Berita

Krisis Sampah Cipeucang Memburuk, PDI-P Desak Pembentukan Pansus Tangsel

44
×

Krisis Sampah Cipeucang Memburuk, PDI-P Desak Pembentukan Pansus Tangsel

Sebarkan artikel ini

Setu, dutaberitanusantara.com –

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tangerang Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke area terdampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang pada Kamis (11/12/2025), setelah menerima banyak laporan warga yang merasa kondisi lingkungan di sekitar lokasi tidak lagi layak huni.

Sidak menemukan kondisi yang jauh lebih serius daripada laporan sebelumnya. Tumpukan sampah terlihat meluas mendekati permukiman, polusi udara semakin pekat terutama pada pagi dan sore hari, serta fasilitas pengelolaan sampah dinilai tidak lagi mampu menangani volume harian.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tangsel, Adi Surya, menyebut kehadiran pihaknya bukan sekadar agenda politik, tetapi bentuk tanggapan atas situasi yang telah menyentuh sisi kemanusiaan.

“Kami ingin melihat langsung apa yang dialami warga. Kondisi TPA Cipeucang sudah masuk tahap darurat. Tidak ada alasan untuk menunda penanganannya,” kata Adi.

Dampak Lingkungan Kian Mengkhawatirkan

Dalam sidak tersebut, Fraksi PDI-P berdialog dengan sejumlah warga yang mengaku semakin kesulitan hidup berdampingan dengan tumpukan sampah. Bau menyengat membuat mereka tak bisa membuka jendela, sementara air sumur di beberapa rumah sudah tidak layak konsumsi.

Temuan lapangan menunjukkan:

• Polusi udara menyebar lebih dari 1 km.

• Air sumur warga tercemar hingga harus membeli air bersih setiap hari.

• Saluran air tersumbat yang memicu banjir lokal saat hujan.

• Risiko longsor sampah meningkat di area yang berbatasan langsung dengan permukiman.

• Penurunan kualitas hidup warga sejak 2018.

Beberapa warga bahkan menceritakan bagaimana anak-anak mereka lebih sering mengalami gangguan pernapasan, sementara sebagian lainnya mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin tidak aman.

PDI-P Desak Pembentukan Pansus: “Masalah Ini Lintas Sektor”

Melihat kompleksitas persoalan, Fraksi PDI-P secara resmi mendesak DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) TPA Cipeucang. Menurut Adi, pansus diperlukan untuk memastikan seluruh dinas terkait, termasuk instansi teknis pengelolaan sampah, benar-benar memberikan solusi yang komprehensif.

“Krisis ini berkaitan dengan kesehatan warga dan masa depan lingkungan Tangsel. Karena itu tidak bisa ditangani secara parsial. Pansus harus dibentuk agar ada langkah kerja terpadu,” tegasnya.

Pansus diharapkan dapat:

memanggil dan mengevaluasi instansi teknis,mengaudit tata kelola sampah di Tangsel,mengurai persoalan infrastruktur yang tertinggal, dan menyusun rekomendasi yang bersifat mengikat bagi pemerintah daerah.

Pemindahan Titik Pembuangan Jadi Opsi Mendesak

Dalam dialog dengan warga, permintaan paling sering muncul adalah memindahkan aktivitas pembuangan agar tidak lagi berada di dekat permukiman. Warga berharap kehidupan mereka bisa kembali normal tanpa ancaman polusi dan longsor.

Adi menilai pemindahan sementara maupun permanen perlu dipertimbangkan secepatnya sambil menyiapkan strategi pengelolaan sampah yang lebih modern dan terukur.

“Ini bukan hanya soal tumpukan sampah, tapi soal keselamatan warga. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat hidup dalam ketidakpastian seperti ini,” ujarnya.

Sidak diakhiri dengan komitmen Fraksi PDI-P untuk segera membawa hasil temuan ini ke forum resmi DPRD dan mendorong percepatan penanganan krisis sampah Cipeucang.(Hadi/Dbn)