Aceh UtaraTNI/POLRI

Sinergi Tanpa Batas, Prajurit Yon Zipur-5 dan Babinsa Kuras Lumpur di Meunasah Matang Keutapang

22
×

Sinergi Tanpa Batas, Prajurit Yon Zipur-5 dan Babinsa Kuras Lumpur di Meunasah Matang Keutapang

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara |Aceh Utara

Semangat gotong royong membuncah di Desa Matang Keutapang saat puluhan prajurit TNI berjibaku memulihkan fasilitas publik pasca-terjangan banjir bandang. Personel Yon Zipur-5 Brawijaya Malang bersama Babinsa Koramil 29/Lkh, Serda Sucipto, melaksanakan karya bhakti intensif dengan sasaran utama pembersihan Meunasah dan Kantor Desa. Minggu (11/1/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup menantang, di mana para prajurit harus masuk ke area dalam bangunan yang masih tergenang lumpur pekat setinggi mata kaki guna memastikan tempat ibadah dan pusat pelayanan warga tersebut kembali bersih dan steril.

Di tengah kesibukan pembersihan, Letda Czi Irfan selaku pimpinan tim dari Yon Zipur-5 menyampaikan bahwa kehadiran mereka adalah untuk memastikan roda kehidupan sosial masyarakat segera kembali normal. “Fokus utama kami hari ini adalah mengevakuasi seluruh endapan lumpur yang tertimbun di dalam Meunasah dan Kantor Desa menggunakan alat seadanya seperti sekop dan cangkul.

Kami ingin fasilitas ini segera bisa digunakan kembali untuk ibadah dan pelayanan administrasi gampong. Kehadiran kami dari Malang ke Aceh Utara adalah untuk memberikan dukungan penuh bagi saudara-saudara kita di Langkahan agar segera bangkit dari dampak bencana,” tegasnya di sela-sela pengerjaan.

Aksi para prajurit yang berseragam penuh lumpur ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat yang turut serta membantu proses pembersihan sampah di area luar Meunasah. Selain membersihkan bagian dalam gedung, personel TNI juga terlihat menyisir area kolong bangunan dan saluran air untuk mencegah timbulnya penyakit pasca-banjir.

Sinergi yang kuat antara TNI dan warga Desa Matang Keutapang ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi kunci utama dalam percepatan rehabilitasi wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara.