Duta Berita Nusantara | PALEMBANG
Walikota Palembang memberi apresiasi tertinggi kepada Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP).
“Kami salut kepada pihak KKPP yang begitu konsisten menjaga dan mengembamgkan musik dangdut di dalam mssyarakat kita,” ujar Walikota Palembang H Ratu Dewa pada Ultah KKPP (Aniversari KKPP) ke-8 tahun di sekretariat KKPP Jeramba Karang Kelurahan 22 Ilir Palembang, Selasa, (7/4/2026).
Walikota Palembang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sadruddin Hajar SSos MSi, menyatakan kebanggaannya atas keterlibatan langsung KKPP mengelola kebudayaan Palembang melalui musik dangdut.

Sadruddin, mengatakan bahwa Pemkot Palembang akan mendorong program kerja KKPP selama progresnya akan selalu mengembangkan dan memberdayakan musik dangdut sesuai kaidah masyarakat.
“Apalagi KKPP dan Dewan Kesenian Palembang bekerjasama menggelar ajang pencarian bakat penyanyi muda yang mampu bernyanyi sekaligus menguasai nilai-nilai intertainmen yang membanggakan nama daerah di kancah nasional dan bahkan pemilihan bakat penyanyi secara intersional,” ujar Sadruddin Hajar, tersebut.
Terkait program itu, sambungnya, Pemkot Palembang akan mendukung secara maksimal sehingga ajang pencarian bakat plus tersebut akan berhasil di 18 kecamatan se-Kota Palembang.
Sementara itu Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Muhammad Nasir Setra, menguraikan tentang prestasi para penyanyi yang berhasil dijaring lewat pencarian bakat nanti, tak hanya pandai bernyanyi tapi juga mampu menguasai segala corak yang berkaitan dengan acara hiburan.
“Setidaknya, selain pandai bernyanyi, mereka mampu memperlihatkan penyanyi yang multi talenta. Artinya mereka mampu berkutat dalam keterampilan yang artistik lainnya,” ujar Nasir Setra dalam sambutannya.
Mereka yang memiliki kemampuan multitalenta akan tampil sebagai seniman atau penyanyi yang berkualitas. “Pokoknya dalam even seni apa pun, dia akan tampil menarik. Ini harapan kita,” sambungnya.
Pada kesempatan HUT ke-8 tahun KKPP seorang pembina KKPP Sumsel Vebri Al-Lintani, menyatakan kegembiraannya. Sebab, katanya, peserta Aniversari KKPP Plus diharapkan mereka yang memiliki esensi seni yang kompleks.
“Selain pandai bernyanyi, mereka juga memiliki jiwa intertainmen yang piawai. Kempuan ini bisa menghidupkan suasana dalam kegiatan seni di masa mendatang,” tukas Vebri Al-Lintani.
Menurut dia, kata *plus* bagi seniman merupakan nilai lebih yang dimiliki seorang. “Ketika ia diminta tampil dalam suatu acara, suasana acara tersebut akan menjadi lebih hidup dan memiliki nilai hiburan yang berkulitas baik. Ini yang kami harapkan,” tegas Vebri.
Sementara itu Ketua KKPP Sumsel Kgs Ridwan, mengatakan bahwa hari ini sedang dilaksanakan program senandung bunyi dan kebudayaan.

Karena itu, kata Ridwan, musik dan lagu dangdut bukan sekadar hiburan semata, namun eksistensinya adalah ketegaran suara masyarakat dalam tradisi Palembang sehari-hari.
“Di dalam lantunan musik dan lagu dangdut ini, bersemi tentang cerita hidup, cinta, dan perjuangan. Karena itu ketika dinyanyikan dengan irama yang bernafaskan kejiwaan, maka lantunan lagunya akrab di telinga rakyat,” ungkap Kgs Ridwan.
Karena itu dalam momentum Aniversary KKPP ke-8 tahun ini, pemgurus dan anggotanya tak hanya merayakan perjalanan lirik dan lagu semata, tapi progresnya membuka pintu kemajuan masa depan penyanyi dan musik dangdut yang berkualitas.
“Maka dengan penuh rasa syukur dan semangat kebersamaan, secara resmi, kita meluncurkan Program Bintang Dangdut Plus Palembang atau BD Plus,” tukas Ridwan menutup perbincangan.
Dalam acara Aniversary KKPP Plus ke-8 tahun 2026 ini, selain Walikota Palembang, hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang yang diwakili Irul Bae, Ketua DKP Muhammad Nasir Setra, pembina KKPP Vebri Al-Lintani, serta Pimpinan program podcast TVRI Sumatera Selatan M Hoesin Sungki.
Meski acara Aniversari KKPP Plus ke-8 tahun yang dipandu Yuniarti itu cenderung mengetengahkan konsep hiburan musik dangdut, namun sebelum itu telah diisi dengan aktivitas bernuansa religiusitas.
Sebab sebelum acara resmi dimulai, panitia kegiatan telah melaksanakan pembacaan surat yassin secara bersama yang dilanjutkan dengan doa-doa —dilantunkan ke pada Allah SWT.
Acara pembacaan surat yassin dipimpin Ustadz Rahmad Witullar. Menurut Ustadz Rahmad Witullar, pembacaan surat yassin dan doa tersebut diharapkan dapat menghindari segala hal yang berkaitan dengan prinsip tolak balak.
“Bahkan, dengan lantunan surat yaasin yang dibacakan secara bersama diharapkan dapat menyukseskan program penjaringan bibit penyanyi plus yang berkualitas,” pungkas Ustadz Rahmad Witullar.
Laporan Anto Narasoma














