BeritaLampung Selatan

BKAD Sekernan, Muaro Jambi Gelar Studi Banding ke Desa Suak, Lampung Selatan

187
×

BKAD Sekernan, Muaro Jambi Gelar Studi Banding ke Desa Suak, Lampung Selatan

Sebarkan artikel ini

SUAK, LAMPUNG SELATAN | Duta Berita Nusantara

Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi melaksanakan kunjungan studi banding ke Desa Suak, Lampung Selatan pada Rabu (3/12/25). Kegiatan yang dipusatkan di Aula Meeting Room Pantai Muara Indah Suak ini diikuti lebih dari 50 peserta dari sejumlah desa di Kecamatan Sekernan.

Rombongan BKAD disambut langsung oleh Kepala Desa Suak, jajaran perangkat desa, serta Direktur BUMDes Jejama Jaya. Sebelum memasuki agenda utama, peserta dipersilakan menikmati panorama Pantai Muara Indah sambil mencicipi kelapa muda—salah satu komoditas unggulan Desa Suak.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Suak Juli Wahyudin mengucapkan terima kasih atas kunjungan BKAD Sekernan dan memaparkan capaian Desa Suak yang terpilih sebagai Desa Ramah Lingkungan dalam ajang Lomba Desa Wisata Nusantara 2025 oleh Kemendes PDTT.

Ia menjelaskan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat dalam membangun destinasi wisata keluarga yang ramah anak, inklusif untuk penyandang disabilitas, serta bebas dari kesan negatif.

Beragam fasilitas kini tersedia di kawasan wisata Pantai Muara Indah, mulai dari gazebo, musholla, café desa, homestay, meeting room, wahana permainan anak, jalur kursi roda, gazebo difabel, hingga toilet publik. Selain pariwisata, Desa Suak juga mengembangkan sejumlah potensi lokal seperti bank sampah, produksi tepung pisang, pengolahan gula kelapa, hingga budidaya rumput laut. Komoditas unggulan desa meliputi pisang, kelapa, jagung, gula merah, ikan, serta rumput laut jenis sargassum.

Direktur BUMDes Jejama Jaya, Encep Supriadi, menjelaskan bahwa pengelolaan Pantai Muara Indah melibatkan BUMDes bekerja sama dengan Kelompok Masyarakat (Pokmas). “Terdapat saham BUMDes, saham Pokmas, serta peran langsung 45 warga dalam berbagai unit usaha seperti wahana permainan, penyewaan ban, penjaga pantai, kebersihan, hingga pengelolaan kios. Semua dikelola masyarakat Suak. Khusus warga desa, masuk ke kawasan wisata gratis,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta mitra seperti PT Pelindo dan Bank Indonesia, yang telah membantu penyediaan fasilitas mulai dari homestay, meeting room, café desa, lampu jalan menuju kawasan wisata, hingga area tempat wudhu.

Kegiatan studi banding ini turut menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antara Desa Suak dan desa-desa di Kecamatan Sekernan. Ketua BKAD Sekernan, Datuk Mashur, S.Pd, berharap kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa di wilayahnya. “Kami berharap Desa Suak mampu memotivasi desa-desa di Kecamatan Sekernan untuk semakin berkembang dan meraih kesuksesan,” ujarnya. (Zhoe)