DBN.com | Talang Kelapa, 16 Juli 2025
Pemerintah Kabupaten Banyuasin sukses menyelenggarakan Festival Telur Ayam 2025 pada 15–16 Juli 2025, yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Talang Kelapa. Acara ini menjadi momentum besar dalam menggalang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan serta menurunkan angka stunting di wilayah Banyuasin.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 Kelurahan dan 7 desa se-Kecamatan Talang Kelapa serta partisipasi dari para lansia serta 20 TK dan PAUD, acara dibuka secara langsung oleh Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. serta Wakil Bupati Netti Indiani, S.P.. Hadir pula Camat Talang Kelapa Salinan, S.Sos., M.M.,Wakil Ketua I DPRD Banyuasin Arpani, S.M., Asisten II Sekda Kabupaten Banyuasin, Kepala BKKBN Provinsi Sumsel, perwakilan Dandim, Kapolres, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Kepala Dinas Sosial, anggota AMPERA (Asosiasi Masyarakat Perunggasan Layer Sumsel), dan lurah se-Kecamatan Talang Kelapa.
Puncak Kegiatan dan Aksi Sosial
Puncak acara yang berlangsung pada 16 Juli 2025 diwarnai berbagai kegiatan edukatif dan hiburan antara lain :
• Pameran dan bazar produk olahan telur
• Lomba melukis di atas kulit telur (PAUD dan TK), sekaligus makan telur bersama Bupati
• Senam sehat bersama
• Panggung hiburan rakyat
• Penyuluhan gizi dan penyuluhan peternakan ayam
• Lomba gunungan telur
• Launching Sekolah Lansia yang langsung diresmikan oleh Bupati dan Wakil Bupati.
• Dialog pelaku usaha ayam petelur bersama pemerintah kabupaten
• Pembagian 1 ton telur ayam gratis kepada 200 keluarga stunting dan berisiko stunting
Pembagian telur dilakukan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati kepada para ibu-ibu penerima manfaat. Camat Talang Kelapa menyampaikan bahwa kuota penyerahan telur tersebut bukan sebanyak 1 ton, melainkan sebanyak 2 ton, berkat partisipasi aktif para peternak lokal.
Talang Kelapa, Sentra Telur Sumsel
Dalam sambutannya, Camat Talang Kelapa Salinan, S.Sos., M.M. menjelaskan bahwa Kecamatan Talang Kelapa merupakan penghasil telur ayam terbesar di Banyuasin, bahkan di Sumatera Selatan. Ide pelaksanaan festival ini, menurutnya, bukan hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai upaya edukasi dan penguatan ketahanan pangan berbasis lokal.
“Telur ayam adalah makanan terbaik di dunia setelah ASI. Kaya protein, sumber gizi penting bagi masyarakat, murah, mudah didapat, dan bernilai tinggi bagi kesehatan, terutama dalam upaya mencegah stunting,” terang Camat Salinan.
Ia juga menambahkan bahwa festival ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi warga, memberikan hiburan, serta mendorong masyarakat untuk ikut mengembangkan peternakan unggas melalui gerakan GEMAR TUGAS (Gerakan Memelihara Unggas).
Bupati: Telur Sehari, Anak Sehat dan Cerdas
Dalam sambutannya, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk terus mendukung program-program semacam ini:
“Ini gerakan yang sangat positif, punya nilai luar biasa dalam pelayanan kita kepada masyarakat, terutama untuk pertumbuhan anak-anak kita agar sehat dan kuat. Harapannya, kegiatan ini bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Banyuasin secara nyata.
Kalau mereka sehat, otomatis mereka akan cerdas. Dan anak-anak yang cerdas adalah masa depan Banyuasin dan Indonesia. Oleh sebab itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Camat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah membantu mensukseskan Festival Telur Ayam 2025 ini.”
Lebih jauh, Bupati juga mengajak para pengusaha ayam petelur untuk memberikan dukungan berkelanjutan:
“Saya berharap kepada pengusaha telur ayam, jangan hanya menyumbang saat acara seremonial saja. Kalau bisa, dibuat rutin sebulan sekali atau pasar murah. Jangan sampai masyarakat yang tinggal di sekitar peternakan justru mengalami stunting.”
Sebagai bentuk pemberdayaan yang konkret, beliau mengusulkan agar masyarakat yang terverifikasi stunting diberikan 4–5 ekor ayam petelur per keluarga, agar mereka bisa mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan.
Tema dan Harapan
Festival ini mengusung tema:
“Dari Talang Kelapa untuk Indonesia: Satu Telur Sehari Cegah Stunting, Wujudkan Banyuasin Sehat.”
Acara ditutup dengan ramah tamah dan dialog antara pemerintah daerah bersama pelaku usaha peternakan, sebagai bentuk evaluasi dan komitmen bersama untuk mempertahankan Banyuasin sebagai sentra produksi telur ayam terbesar di Sumatera Selatan.