Sentul | dutaberitanusantara.com
Gubernur Banten Andra Soni bersama Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026. Rakornas tersebut berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026), dan diikuti oleh ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Dalam rakornas itu, seluruh peserta menerima taklimat langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Presiden menekankan pentingnya peran pemimpin di seluruh tingkatan pemerintahan untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta berpegang teguh pada nilai kejujuran, pengabdian, dan semangat melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan golongan.
“Rakyat kita adalah rakyat yang baik. Mereka menginginkan pemimpin yang jujur, yang memimpin untuk semua, bukan untuk golongan tertentu,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga mengingatkan bahwa masih banyak pihak yang meragukan kemampuan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Oleh karena itu, para pemimpin diminta untuk selalu waspada, memahami situasi global, serta menguasai sejarah dan latar belakang bangsa agar tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
“Bangsa yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang sama. Hari ini kita diberi kesempatan untuk memahami bagaimana dunia sebenarnya,” ungkapnya.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dibangun atas pengorbanan besar rakyat. Karena itu, setiap pemimpin harus menyadari bahwa keberadaannya adalah untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Menurutnya, pengabdian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata.
Dalam bidang hubungan internasional, Presiden menegaskan kembali politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok. Indonesia, kata Prabowo, tidak terikat pada pakta militer mana pun dan harus mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi tantangan global.
“Kalau diserang, tidak ada yang membantu kita. Kita harus berdiri di atas kaki sendiri dan percaya pada kekuatan kita sendiri,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Dengan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat apabila dikelola secara bijak dan berkeadilan.
“Mari kita membulatkan tekad untuk menjaga, menyelamatkan, dan mengelola kekayaan alam demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa swasembada pangan, swasembada energi, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi utama pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia M. Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakornas dihadiri oleh 4.011 peserta, yang terdiri atas 525 peserta dari tingkat pusat serta 3.486 peserta dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Mendagri menjelaskan bahwa Rakornas dibagi ke dalam tiga sesi utama, yaitu pemaparan kebijakan presiden di bidang ekonomi, investasi, dan energi; pembahasan koperasi desa/kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, kampung nelayan Merah Putih, serta program Makan Bergizi Gratis; dan sesi terakhir mengenai penegakan hukum.
(Hadi)













