BALI

Makna dan Tujuan Hari Raya Nyepi Bagi umat Hindu

129
×

Makna dan Tujuan Hari Raya Nyepi Bagi umat Hindu

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Bali

Hari Nyepi jatuh pada tahun caka 1948 Hari Kamis 19 Maret 2026.Menurut Ida pandita Mpu Yoga Ananta Purusa Daksa Manuaba dari Gria Agung Trengana Manuaba Gianyar Bali mengatakan tujuan dari pada pelaksanaan Hari Nyepi adalah menjaga keharmonisan alam semesta beserta segala isinya.

Umat Hindu pada hari raya Nyepi melaksanakan Catur Brata peyepian adapun Catur Berata Peyepian seperti amati geni artinnya tidak menyalakan api lampu, amati karya tidak melakukan pekerjaan atau kegiatan apapun, amati lelungan artinya tidak melakukan perjalanan , amati lelanguan adalah mengadakan semadi atau pembersihan batin dari segala dosa serta menerima anugrah kekuatan serta sinar baru untuk perjuangan selanjutnya di tahun berikutnya.

Pelaksanaan Hari Raya Nyepi umat Hindu dimulai dengan melaksanakan upacara bhuta yandnya tawur agung untuk menghilangkan ungsur-ungsur kejahatan yang merusak kesejahtraan umat manusia.Pada waktu atau saat sepilah kita akan mawas diri menyatukan pikiran dan mengumpulkan kekuatan rohani berdasarkan kesucian.

Pada setiap pekarangan rumah di lakukan upacara ngaturang segehan macawarna ulam olahan ayam brumbun tetabuh tuak arak berem serta di lebuh dimuka pintu masuk rumah sebelah kanan upakaranya adalah segehan sasah 108 tanding berisi jejeroan mentah serta segehan agung satu tanding yang di suguhkan kepada sang bhuta raja sang buta kala dan kala bala.

Pada sore harinya di lakukan pengerupukan suatu upacara yang bertujuan untuk dapat mengembalikan bhuta kala serta membatalkan usahanya untuk membuat bencana atau marabahaya,ada pun prasana lainya di gunakan seperti obor ,dengan membawa Prapak api , sembur mesui dengan puja mantra penolak marabahaya , mantra peyengker agung dengan mengelilingi pekarangan perumahan.

Setelah selesai melakasanakan obor obor maka dilanjutaan dengan melakukan upacara abyakala di tengah tengah pekarangan, serta natab sesayut pemiyak kala, sayut lara malararadan dan prasyascita. Setelah melaksanakan catur brata peyepian umat saling maaf- memafkan atar sesama dan menghilangkan nafsu nafsu yang rendah tidak berjudi dan mabuk mabukan, tetap menjaga keharmonisan dan kedamaian demi hidup kita lebih sejahtra dan bahagia tutup Ida pandita mpu memberikan arti dan makna dari pada Hari Raya Nyepi.(Gede)