BeritaEkonomiNasional

Menteri Keuangan Purbaya: Pertumbuhan Q1 2026 Bisa Capai 6%

26
×

Menteri Keuangan Purbaya: Pertumbuhan Q1 2026 Bisa Capai 6%

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Jakarta

Momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren penguatan dari kisaran 4,9–5,1% pada periode 2024–2025, kemudian meningkat menuju 5,4% hingga 6,0% pada Q1 2026, dengan target pertumbuhan full-year 2026 berada di rentang 5,4%–6,0%.

Pada sisi permintaan, pemerintah memastikan belanja negara Q1 2026 sebesar Rp. 809 triliun benar-benar optimal.

Di dalamnya terdapat percepatan program MBG sebesar Rp. 62 triliun, pencairan THR ASN/TNI/Polri sebesar Rp. 55 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera sebesar Rp. 6 triliun, serta paket stimulus Rp. 13 triliun.

Total injeksi langsung ini mencapai sekitar Rp. 136 triliun di luar belanja rutin.

Tambahan momentum berasal dari faktor musiman seperti libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Dengan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama PDB, injeksi sebesar ini berpotensi menghasilkan efek pengganda signifikan, terutama pada sektor perdagangan, transportasi, makanan-minuman, dan UMKM.

Pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan KDMP sebanyak 30 ribu unit senilai Rp. 90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah—baik komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS)—senilai Rp. 20 triliun.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai USD 7 miliar atau sekitar Rp. 110 triliun.

Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp. 220 triliun.

Investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja dan mendorong sektor konstruksi serta industri bahan bangunan, tetapi juga memperkuat hilirisasi berbasis ekspor dan meningkatkan nilai tambah domestik.

Kombinasi antara front-loaded fiscal stimulus pada semester pertama dan akselerasi investasi pada semester kedua menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan menembus 6%.

Jika belanja Rp. 809 triliun pada Q1 terserap optimal, injeksi Rp. 136 triliun langsung menggerakkan konsumsi, dan realisasi investasi Rp. 220 triliun berjalan tepat waktu, maka pertumbuhan semester I berpotensi melampaui 5,5% dan semester II diperkuat oleh ekspansi industri hilirisasi.

Dalam skenario tersebut, target 5,4%–6,0% untuk full-year 2026 sangat realistis untuk mencapai batas atasnya, yakni 6%, selama tidak terjadi guncangan eksternal besar.