Bandung | Duta Berita Nusantara
Tim sosialisasi program Mudik Motor Gratis (MOTIS) 2026 resmi menggelar kegiatan bertajuk “Mudik? #NEBENGMOTISAJA” di kawasan Braga, tepatnya di Gula Padi, Jalan Asia Afrika No. 49, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kemudahan mudik yang aman dan nyaman tanpa harus menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.
Acara tersebut dihadiri ratusan peserta yang didominasi mitra ojek online (ojol) dan komunitas motor. Antusiasme terlihat sejak pagi, mengingat program MOTIS menjadi solusi bagi pengendara roda dua untuk tetap bisa mudik dengan membawa kendaraan pribadi melalui moda transportasi kereta api.
Dalam sesi wawancara, Fri selaku perwakilan tim pelaksana menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
“Kami sangat antusias menerima saran dan aspirasi agar program ini terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik setiap tahunnya. Masyarakat juga bisa berinteraksi melalui Instagram resmi kami di @motis_djka,” ujarnya.
Program MOTIS 2026 terbuka untuk masyarakat umum. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring maupun langsung di posko yang tersedia, salah satunya di Stasiun Kiaracondong.
Calon peserta diwajibkan menyiapkan dokumen administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan SIM C yang masih berlaku. Adapun kendaraan yang dapat mengikuti program ini adalah sepeda motor dengan kapasitas mesin maksimal 200 cc.
Menariknya, setiap satu unit motor yang didaftarkan akan mendapatkan fasilitas tiket gratis untuk dua penumpang dewasa serta satu tiket infant (anak di bawah tiga tahun), dengan nama penumpang harus sesuai dengan Kartu Keluarga.
Tahapan verifikasi menjadi bagian penting dalam proses ini. Peserta yang telah mendaftar secara online wajib melakukan verifikasi fisik di posko sesuai jadwal. Jika tidak, pendaftaran akan otomatis dibatalkan oleh sistem.
Selain itu, sepeda motor harus diserahkan di stasiun penunjang pada H-2 atau H-1 sebelum keberangkatan, dengan kondisi tangki bahan bakar telah dikosongkan.
Saat proses penyerahan dan pengambilan kendaraan, peserta diwajibkan menunjukkan KTP asli serta bukti pendaftaran. Perlu diperhatikan, biaya parkir di area stasiun tetap menjadi tanggung jawab masing-masing peserta sesuai ketentuan pengelola.
Demi keamanan, peserta juga tidak diperkenankan meninggalkan barang seperti helm maupun kaca spion pada motor yang akan diangkut.
Tak hanya berisi sosialisasi, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah. Seluruh peserta mendapatkan goodie bag, serta berkesempatan membawa pulang doorprize menarik seperti helm, jaket, hingga peralatan rumah tangga.
Melalui program ini, Kementerian Perhubungan berharap angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan sepeda motor saat arus mudik Lebaran 2026, dapat ditekan secara signifikan.
Dengan adanya fasilitas pengangkutan motor melalui kereta api, masyarakat diharapkan dapat mudik dengan lebih aman tanpa mengurangi kenyamanan mobilitas di kampung halaman.
(Burhan)














