BANTENTangerang Selatan

Pemprov Banten Perkuat Pengolahan Sampah Organik dari Sumber, Gubernur Andra Soni Salurkan Toren POC ke TPS3R Tangsel

79
×

Pemprov Banten Perkuat Pengolahan Sampah Organik dari Sumber, Gubernur Andra Soni Salurkan Toren POC ke TPS3R Tangsel

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara  | Tangsel

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat upaya pengurangan sampah organik dari sumber melalui langkah konkret di tingkat paling dasar. Salah satunya dengan menyalurkan Toren Pupuk Organik Cair (POC) dan fasilitas biogas ke sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) serta bank sampah di Kota Tangerang Selatan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Banten Andra Soni untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Penyaluran Toren POC menyasar fasilitas pengelolaan sampah di lingkungan warga, salah satunya TPS3R di Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara. Melalui fasilitas tersebut, sampah organik rumah tangga dapat diolah langsung di tingkat lingkungan sehingga volume residu yang dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Lurah Pakulonan, Dwi Santoso, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Gubernur Banten kepada wilayahnya. Menurutnya, keberadaan fasilitas pengolahan sampah organik ini semakin memperkuat peran TPS3R sebagai garda terdepan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

“Alhamdulillah, kami menerima toren pengolah sampah organik dari Pak Gubernur. Mudah-mudahan ini menjadi fasilitas pendukung TPS3R di wilayah kami dalam mengurangi sampah organik,” ujar Dwi Santoso, Kamis (29/1/2026).

Seiring dengan penyaluran fasilitas, pendampingan dan edukasi masyarakat menjadi faktor kunci agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan. Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, menegaskan bahwa bantuan alat harus diiringi dengan pendampingan yang konsisten agar memberikan dampak nyata.

Ia menilai keseriusan Gubernur Andra Soni terlihat dari pendekatan menyeluruh yang tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

“Bantuan toren pengolah sampah dari Pak Gubernur ini merupakan bentuk keseriusan menangani persoalan sampah dari lingkup paling bawah. Targetnya jelas, menggeser kebiasaan warga agar mampu mengurangi residu ke TPA. Pendampingan itu maraton, bukan kegiatan sesaat,” ujar Ade.

Lebih lanjut, Ade menekankan pentingnya peran para pemangku kepentingan dalam melakukan pemantauan rutin terhadap TPS3R agar fasilitas yang telah diberikan dapat berfungsi secara optimal.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, pengelolaan sampah organik dari sumber diyakini mampu menjadi solusi nyata atas persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan.

Melalui pendekatan ini, Pemprov Banten berharap pola pengelolaan sampah tidak lagi berorientasi pada buang-angkut, melainkan beralih ke pengolahan mandiri yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.(Hadi/Dbn)