Berita

Perkuat Perlindungan Warga di Luar Kawasan, Kemenko Polkam Dorong Respon Kolektif ASEAN Melalui Table-Top Exercise

39
×

Perkuat Perlindungan Warga di Luar Kawasan, Kemenko Polkam Dorong Respon Kolektif ASEAN Melalui Table-Top Exercise

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Bali

Untuk memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi antarnegara anggota ASEAN dalam menghadapi krisis di negara ketiga, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, menggelar Table-Top Exercise (TTX) on Consular Assistance for ASEAN Nationals in Third Countries.

Plt. Asisten Deputi Kerja Sama ASEAN, Adi Winarso, menekankan bahwa dinamika krisis global yang semakin kompleks menuntut ASEAN untuk tidak lagi bekerja secara parsial.

“Sebagai tindak lanjut mandat pertemuan ASEAN Directors General of Immigration Departmens and Heads of Consular Affairs Division of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM) dan ASEAN Political Security Community (APSC) Council di Kuala Lumpur pada 25 Oktober 2025 lalu, kita menyadari bahwa krisis di negara ketiga berdampak langsung pada keselamatan warga ASEAN. Oleh karena itu, ASEAN memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dan dinamis melalui peningkatan kesiapsiagaan kolektif, pembangunan kepercayaan, dan kesadaran bersama,” ujar Adi Winarso mewakili Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam.

Latihan simulasi ini dihadiri oleh wakil dari 9 (sembilan) negara anggota ASEAN (kecuali Filipina dan Myanmar) serta perwakilan Sekretariat ASEAN. Kemenko Polkam memandang kehadiran para delegasi sebagai bentuk komitmen kuat kawasan dalam melindungi warganya di manapun berada.

Selama dua hari, para peserta terlibat dalam diskusi intensif dan simulasi skenario krisis. Hari pertama difokuskan pada pemetaan 3 (tiga) instrumen yang dimiliki ASEAN, termasuk ASEAN Guidelines on Consular Assistance for ASEAN Nationals in Third Countries, Guidelines for the Provision of Emmergency Assistance by ASEAN Missions in the Third Countries to Nationals of ASEAN in Crisis Situations, dan Guidelines on the Protection of Migrant Workers and Family Members in Crisis Situation, untuk identifikasi celah operasional (operational gaps) antara kebijakan di tingkat nasional dan mekanisme regional.

Pada hari kedua, simulasi dilakukan berdasarkan skenario yang terbagi dalam tiga fase: pra-krisis (eskalasi ketegangan), puncak krisis (evakuasi massal), dan pasca-krisis (dampak kemanusiaan dan migrasi ireguler).

“TTX ini bukan sekadar diskusi teoretis, tetapi menguji logika, kecepatan, dan kelayakan koordinasi tingkat ASEAN saat warga kita menghadapi risiko tinggi di negara lain. Kita ingin melihat sejauh mana instrumen ASEAN dapat diaktifkan dan bagaimana sinkronisasinya dengan respon nasional masing-masing negara,” tambah Adi Winarso.

Kegiatan ini juga melibatkan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre) dan CSIS Indonesia sebagai fasilitator untuk memberikan perspektif teknis dan akademis.

Hasil dari TTX ini diharapkan dapat memberikan masukan konkret bagi penguatan mekanisme bantuan konsuler ASEAN, khususnya dalam menghadapi situasi darurat yang sensitif secara geopolitik, tanpa melanggar kedaulatan negara setempat maupun negara anggota.

Sumber: Humas Kemenkopolkam