BeritaPalembang

PKK Kelurahan 16 Ulu Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Berbasis Eco Enzyme: Tingkatkan Keterampilan dan Peduli Lingkungan

557
×

PKK Kelurahan 16 Ulu Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cair Berbasis Eco Enzyme: Tingkatkan Keterampilan dan Peduli Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Palembang, DBN — Dalam rangka meningkatkan keterampilan serta kepedulian terhadap lingkungan, Tim Penggerak PKK Kelurahan Enam Belas Ulu menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Sabun Tangan Cair Berbasis Eco Enzyme dari Limbah Organik, pada Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PKK Kelurahan Enam Belas Ulu dan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang, serta turut dihadiri oleh mahasiswa dari National Taipei University of Nursing and Health Sciences (NTUNHS), Taiwan. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen-dosen Pascasarjana UMP.

Semula, kegiatan direncanakan berlangsung di Kantor Lurah. Namun karena bertepatan dengan kegiatan pembagian bantuan pangan, lokasi pelatihan dialihkan ke kediaman Ketua LPMK Kelurahan, Bapak H. M. Arief Syamsuri, di Lorong Lematang RT 75 RW 19.

Kegiatan yang menjadi salah satu program peningkatan kapasitas warga ini turut melibatkan anggota PKK Kelurahan 16 Ulu dengan dukungan dari Ketua TP PKK Kelurahan, Dr. Ani Aryati, M.Pd.I. Program ini diarahkan sebagai bentuk edukasi praktis mengenai pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Lurah Kelurahan Enam Belas Ulu, Kgs Syahri Ramadhon, S.H., M.H., menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan kegiatan ini:

“Saya berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan anggota PKK sekaligus menjadi langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah dan lingkungan. Kedepan, semoga semakin banyak pelatihan serupa untuk meningkatkan wawasan masyarakat Kelurahan Enam Belas Ulu.”

Pelatihan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para peserta tak hanya mendapatkan pengetahuan dasar mengenai eco enzyme dan manfaatnya, tetapi juga mengikuti secara langsung proses pembuatan sabun cair berbahan dasar limbah organik.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara unsur kelurahan, akademisi, dan warga dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.(Harbiyah)