BANTENCilegon

Siswa CMBBS Banten Raih Emas Internasional, Ungguli 520 Tim dari 16 Negara

89
×

Siswa CMBBS Banten Raih Emas Internasional, Ungguli 520 Tim dari 16 Negara

Sebarkan artikel ini

dutaberitanusantara.com | CILEGON, BANTEN

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Provinsi Banten di kancah internasional. Tim Intelecta dari SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) Pandeglang berhasil meraih medali emas dalam ajang Youth International Science Fair 2026.

Keberhasilan tersebut diraih setelah tim ini bersaing dengan 520 tim dari 16 negara yang memiliki tradisi riset kuat, di antaranya Amerika Serikat, China, Korea Selatan, Turkiye, hingga Singapura. Kompetisi yang berlangsung ketat ini menjadi ajang pembuktian kualitas inovasi pelajar dari berbagai belahan dunia.

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di Banten mampu bersaing di tingkat global.

“Siswa CMBBS ini patut diacungkan jempol. Mereka menunjukkan bahwa pelajar Banten memiliki daya saing tinggi dan mampu berprestasi di kancah internasional,” ujar Dimyati saat berada di Istana Sari Galuh, Kota Cilegon, Minggu (12/4/2026).

Ajang Youth International Science Fair 2026 digelar di UIN Sunan Kalijaga pada 6 hingga 9 April 2026, mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian inovatif di bidang sains dan teknologi.

Tim Intelecta yang terdiri dari enam siswa, yakni Rayno Fathir Qurniawan, Rakha Arkana Hanania, Rafi Rahmat Dihatjo, Virgia Kamaluna Nusrullah, Zahra Putri Nursya’bani, dan Neyla Ghina Husnaini, berhasil unggul melalui inovasi di bidang energi terbarukan.

Mereka mengembangkan penelitian pemanfaatan limbah minyak goreng (minyak jelantah) yang dikombinasikan dengan minyak atsiri kencur untuk menghasilkan biodiesel yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Inovasi ini dinilai tidak hanya solutif dalam pengelolaan limbah rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan energi berkelanjutan.

Menurut Dimyati, prestasi tersebut tidak hanya membanggakan daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa potensi sumber daya lokal dapat diolah menjadi inovasi bernilai global. Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan dan peningkatan sarana serta prasarana pendidikan.

Selain itu, Pemprov Banten juga mendorong pemerataan akses pendidikan melalui program sekolah gratis, termasuk bagi sekolah swasta. Tahun ini, skema tersebut juga mulai dimatangkan untuk Madrasah Aliyah (MA) swasta.

“Program sekolah gratis terus kami dorong agar semakin banyak generasi muda yang memiliki kesempatan berprestasi,” katanya.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Banten di tingkat nasional maupun internasional. (Hadi)