Scroll untuk baca artikel
Berita

25 Tahun Partai Demokrat Bali Bermula dari 7 Kabupaten Teguh Bersama Rakyat Wujudkan Bali Aman Sejahtera Demokratis

5
×

25 Tahun Partai Demokrat Bali Bermula dari 7 Kabupaten Teguh Bersama Rakyat Wujudkan Bali Aman Sejahtera Demokratis

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Denpasar, 9 September 2026

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan pada tanggal 9 September 2026, bertepatan dengan hari lahir pendiri partai, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang dan dilaksanakan berlandaskan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Bali, dengan kepanitiaan berjumlah sekitar 53 orang yang bekerja sejak tanggal 10 Juli hingga puncak peringatan hari ulang tahun ini.

Dalam Sambutan yang disampaikan Dewan Pembina Partai Demokrat Bali, Dewa Gede Bagus Badra, menyampaikan Hut Ke 25 ini Mengusung tema “25 Tahun Partai Demokrat Bersama Rakyat, peringatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan momen refleksi sejarah, pengabdian nyata kepada masyarakat, serta peneguhan komitmen untuk mewujudkan cita-cita partai masyarakat yang Aman, Sejahtera, dan Demokratis. Jejak Sejarah yang Penuh Perjuangan

Partai Demokrat didaftarkan secara resmi ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 9 September 2001. Dari 99 pendiri yang tercatat, salah satunya berasal dari Bali, yaitu Drs. I Wayan Sugiana, seorang dosen yang saat itu bertugas di Jakarta. Mandat pembentukan Partai Demokrat di Bali kemudian diberikan kepada Ir. Anak Agung Susila Jelantik, M.S. bersama para pendiri lainnya. Perjuangan membangun partai di tanah Bali tidaklah mudah. Menjelang verifikasi partai politik, kepengurusan Partai Demokrat di Bali hanya mampu terbentuk di 7 dari 9 kabupaten/kota yang ada saat itu.

Namun, dari keterbatasan itulah tumbuh konsolidasi yang kokoh dan semangat pantang menyerah. Sejarah lengkap perjalanan 25 tahun Partai Demokrat di Bali ini akan segera terangkum dalam buku khusus yang sedang disusun, guna mencatat setiap jejak perjuangan para pendiri dan kader di tanah Bali.

Selama hampir dua bulan, jajaran DPC se-Bali telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan kemasyarakatan sebagai wujud pengabdian nyata kepada rakyat. Kegiatan ini mencakup aksi bersih-bersih, penanaman pohon, pelepasan burung dan tukik, serta lomba-lomba rakyat di berbagai lokasi strategis Pura Kayangan dan Pura Dalem Kayangan, Sentra Badung, Denpasar, Lapangan Abianbase, Kabupaten Badung; Desa Kedisan, Kintamani, Bangli; kawasan Danau Beratan, Bedugul, Tabanan; Danau Tamblingan, Buleleng; Pantai Lembeng, Sukawati, Gianyar,Kawasan Pantai Goa Lawah dan Kawasan Pantai Jasri, Karangasem, Pantai Goa lawah Klungkung kawasan Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, Jembrana.

Seluruh kegiatan ini tidak hanya mempererat solidaritas antar kader, tetapi juga membawa kehadiran Partai Demokrat lebih dekat ke tengah masyarakat melalui aksi-aksi yang nyata dan bermanfaat, sekaligus menunjukkan kepedulian partai terhadap kelestarian lingkungan dan keindahan alam Bali.

Di usia ke-25, Partai Demokrat dinilai telah memasuki masa kedewasaan, berpegang teguh pada tiga pilar utama partai: Nasionalis, Pluralis, dan Humanis, yang bersatu menjadi semangat Nasional Religius. Tagline partai — Aman, Sejahtera, Demokratis — menjadi arah utama perjuangan, terutama dalam menjawab harapan masyarakat Bali pasca peristiwa Bom Bali terciptanya keamanan yang kondusif untuk mendukung kehidupan pariwisata, dan dari pariwisata itulah kesejahteraan masyarakat Bali dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Di akhir peringatan, disampaikan pesan mendalam kepada seluruh kader: “Hormati setiap orang yang datang bergabung ke dalam keluarga besar Partai Demokrat, dan hargai setiap pengurus yang telah setia mengabdi selama ini. Jika dua hal ini dapat kita laksanakan dengan tulus, niscaya Partai Demokrat ke depan akan semakin berjaya dan dicintai oleh rakyat.