Duta Berita Nusantara | Palembang
Peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M) kembali digelar di Palembang, Sabtu (3/1/2025), bertempat di pelataran Lawang Borotan, Benteng Kuto Besak. Tahun ini merupakan peringatan kelima dengan tema “Dengan Semangat Juang Pertempuran Lima Hari Lima Malam, Kita Lestarikan Cagar Budaya Berbasis Pertahanan.”
Pawai Heroik Bernuansa Sejarah
Acara diawali dengan pawai yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa M.Si, bersama Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn. Rombongan menyusuri jalan-jalan utama kota dengan kendaraan jeep tua Willys dan Ford GPW, serta komunitas sepeda ontel, vespa dan bajaj yang dikayuh pemuda-pemudi berseragam pejuang. Atmosfer perjuangan terasa hidup, seolah membawa masyarakat kembali ke masa 1947.
Meski diguyur hujan, semangat peserta tidak surut. Pertunjukan seni tradisi seperti kuntau, syarofal anam, korsik biola, hingga teatrikal perjuangan turut memeriahkan suasana. Lagu-lagu perjuangan seperti Gugur Bunga menggema, menambah nuansa heroik.
Penghormatan kepada Veteran
Momen penuh makna ditandai dengan penyerahan tali kasih kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. Selain itu, pameran barang antik bertema “Barang Jadoel” menghadirkan koleksi yang menggambarkan kehidupan masyarakat era perjuangan.

Pesan Sultan SMB IV
Sultan SMB IV menekankan pentingnya pemahaman sejarah bagi generasi muda. Ia berharap peringatan ini tidak hanya berupa pawai, tetapi juga diperluas dengan unsur budaya, edukasi, dan sejarah. “Nilai historisnya sangat tinggi. Taktik dan strategi perjuangan rakyat Palembang harus terus disampaikan agar membangkitkan jiwa patriotisme anak-anak kita,” ujarnya.
Komitmen Pemerintah Kota
Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa peringatan P5H5M bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan dibayar mahal dengan darah dan nyawa. Ia berkomitmen menanamkan nilai perjuangan sejak dini kepada anak-anak sekolah, serta menjadikan peringatan ini sebagai agenda tahunan dalam kalender pariwisata kota.
Dukungan Komunitas dan Budayawan
Ketua Pelaksana P5H5M, Vebri Al Lintani, menilai kegiatan ini lahir dari swadaya masyarakat yang sadar akan pentingnya sejarah. Ia berharap ke depan peringatan dapat dikemas lebih massif, melibatkan sekolah-sekolah, komunitas kreator, hingga regulasi pemerintah kota.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sulaiman Amin, menambahkan bahwa peringatan ini juga momentum untuk mengangkat potensi wisata sejarah. Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, menilai peristiwa P5H5M adalah identitas kota yang harus terus dikenalkan sebagai daya tarik wisata berbasis sejarah dan budaya.(Ali Goik)













