Tangerang

Kepala TU MAN 4 Tangerang Hadiri Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag, Serukan Penguatan Kerukunan dan Sinergi untuk Indonesia Damai

19
×

Kepala TU MAN 4 Tangerang Hadiri Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag, Serukan Penguatan Kerukunan dan Sinergi untuk Indonesia Damai

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Tangerang | dutaberitanusantara.com

Kepala Tata Usaha (TU) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Tangerang, H. Madroji, S.Pd.I, menghadiri acara Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai refleksi pengabdian Kementerian Agama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan umat.

Acara tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan pejabat penting, di antaranya KH Pudoli selaku penceramah dari Kecamatan Sindang Jaya, KH Ahmad Ropiudin Mufassir, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, H. Amrullah. Kehadiran para tokoh tersebut semakin menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat, toleran, dan berorientasi pada persatuan bangsa.

Dalam keterangannya, H. Madroji, S.Pd.I menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan kembali peran strategis Kementerian Agama di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.

“Hari Amal Bakti ke-80 ini menjadi simbol dedikasi tanpa henti Kementerian Agama dalam menjaga harmoni, merawat toleransi, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan keyakinan, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujar H. Madroji.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, tokoh agama, dan pemerintah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter moderat dan berakhlak mulia.

Sementara itu, KH Pudoli, dalam tausiyahnya, mengajak seluruh umat untuk terus menjaga kerukunan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.

“Kerukunan umat adalah pondasi utama terciptanya kedamaian. Jika umat rukun, maka bangsa akan kuat. Kementerian Agama memiliki peran besar dalam merawat nilai-nilai ini agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, KH Ahmad Ropiudin Mufassir menegaskan bahwa nilai sinergi yang diusung dalam tema HAB ke-80 harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan maju. Tema HAB tahun ini harus menjadi spirit bersama, bukan hanya slogan,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, H. Amrullah, menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, serta masyarakat dalam menjaga stabilitas kehidupan beragama di Provinsi Banten.

“Kementerian Agama akan terus hadir sebagai perekat persatuan, pengayom seluruh umat beragama, serta motor penggerak moderasi beragama demi terwujudnya Indonesia yang damai, rukun, dan berkemajuan,” tegas H. Amrullah.

Acara tasyakuran HAB ke-80 Kementerian Agama ini ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar Kementerian Agama senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.(Kang Irs)