BANTEN

Wagub Dimyati Optimistis Waralaba Dongkrak Ekonomi Banten 2026

8
×

Wagub Dimyati Optimistis Waralaba Dongkrak Ekonomi Banten 2026

Sebarkan artikel ini

dutaberitanusantara.com | TANGERANG SELATAN

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri pameran Info Franchise & Business Concept Expo 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Jumat (13/2/2026).

Dalam kunjungannya, Dimyati menilai ajang yang diikuti sekitar 120 brand waralaba itu menjadi peluang strategis bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang lebih terukur dan minim risiko.

Menurutnya, model bisnis franchise dapat mempercepat lahirnya pelaku UMKM baru di Provinsi Banten. Terlebih, konsep usaha dan pendampingan dari pemilik merek dinilai membantu pelaku usaha pemula dalam mengembangkan bisnisnya.

“Ini peluang bagus bagi masyarakat yang ingin membuka usaha. Sistemnya sudah teruji dan ada bimbingan, sehingga lebih aman,” ujar Dimyati.

Ia juga menyebut, sebagian besar produk yang ditawarkan merupakan produk yang sudah dikenal masyarakat luas, sehingga memiliki pasar yang jelas. Hal itu dinilai memudahkan pelaku usaha baru dalam memasarkan produknya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub turut meninjau sejumlah stan, berdialog dengan peserta pameran, serta mencicipi beberapa produk yang dipamerkan.

Dimyati menegaskan, posisi Banten yang strategis sebagai daerah penyangga pusat perekonomian nasional menjadi modal kuat dalam pengembangan sektor usaha dan UMKM.

“Kita optimistis, dengan pertumbuhan sektor usaha yang terus bergerak, ekonomi Banten pada 2026 akan semakin meningkat. UMKM tumbuh dan angka pengangguran bisa ditekan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menambahkan, kolaborasi dan pameran kewirausahaan seperti ini perlu terus diperluas guna meningkatkan rasio kewirausahaan nasional yang ditargetkan mencapai 12 persen tahun ini.

Menurutnya, sistem franchise menjadi salah satu solusi efektif bagi masyarakat yang ingin berwirausaha namun masih ragu memulai dari nol.

(Hadi)