Aceh UtaraTNI AD

Tanggap Darurat Banjir, TNI Bangun Jembatan Aramco Penghubung Dua Desa Di Dewantara 

8
×

Tanggap Darurat Banjir, TNI Bangun Jembatan Aramco Penghubung Dua Desa Di Dewantara 

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Aceh Utara

Sebagai bentuk respons cepat terhadap dampak bencana banjir yang memutus akses transportasi warga, TNI melaksanakan pembangunan jembatan Aramco tanggap darurat di perbatasan Desa Bluka Teubai dan Desa Bangka Jaya, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/2/2026).

Jembatan tersebut dibangun untuk kembali menghubungkan Dusun Cot Kuthang dengan Dusun Ujong Krueng yang sebelumnya terisolir akibat terjangan banjir. Putusnya akses ini sempat menghambat mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas perekonomian, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya.

Dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Aramco tersebut, sebanyak 12 personel dari Yonzipur 17/AD yang dipimpin oleh Letda Czi Amir diterjunkan ke lokasi guna mempercepat proses pengerjaan. Turut mendampingi di lapangan Babinsa Koramil 03/Dewantara, Serka Joko Susilo, yang secara aktif berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

Adapun progres kegiatan yang telah dilaksanakan meliputi pengecoran pemasangan batu tepi jauh sebagai penguat struktur jembatan, penimbunan tanah pada badan jembatan untuk memperkokoh akses lintasan, serta perakitan wayer mes sebagai bagian dari rangka konstruksi. Hingga saat ini, progres pengerjaan jembatan telah mencapai 35 persen.

Untuk rencana kegiatan esok hari, personel di lapangan akan melanjutkan pengecoran pemasangan batu tepi jauh, meneruskan penimbunan tanah, serta melanjutkan perakitan wayer mes guna mempercepat penyelesaian konstruksi.

Pembangunan jembatan Aramco ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan darurat pascabencana. Diharapkan dengan kerja keras dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, jembatan tersebut dapat segera difungsikan sehingga akses warga kembali normal dan roda kehidupan masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.