Aceh UtaraTNI AD

Babinsa Pos Ramil Lapang Kawal Percepatan Huntara, Bukti Bakti TNI untuk Rakyat

5
×

Babinsa Pos Ramil Lapang Kawal Percepatan Huntara, Bukti Bakti TNI untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Aceh Utara

Jajaran TNI AD Kodim 0103/Aceh Utara melalui Pos Ramil Lapang terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pemulihan hunian bagi masyarakat, personel Babinsa terpantau terjun langsung mendampingi percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di wilayah Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Jumat (27/2/2026).

Pembangunan yang dikerjakan oleh CV. Megah Jaya Konstruksi dan PT. Jaya Bersama & Son’s ini menyasar empat titik desa strategis, yakni Desa Matang Baroh, Kuala Cangkoy, Kuala Keureuto, dan Keude Lapang. Kehadiran Babinsa di lokasi bukan sekadar peninjauan, melainkan memastikan sinergi antara pekerja dan masyarakat berjalan tanpa kendala teknis.

“Kami hadir untuk memastikan hak masyarakat atas hunian yang layak segera terpenuhi. Sinergi antara kontraktor, pengawas, dan aparat kewilayahan adalah kunci agar target waktu tercapai tanpa mengurangi kualitas bangunan,” ujar salah satu personel Babinsa di lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, progres fisik di beberapa desa sudah menyentuh angka yang menggembirakan. Di Desa Matang Baroh, sebanyak 103 unit rumah sudah mencapai 97,12%, di mana para pekerja sedang merampungkan pemasangan pintu, jendela, serta instalasi listrik. Sementara itu, di Desa Kuala Cangkoy (104 unit) dan Desa Kuala Keureuto (20 unit), progres pengerjaan telah melampaui angka 95%, menyisakan tahap pengecoran lantai dan pemasangan dinding kalsibord.

Sedikit berbeda, untuk wilayah Desa Keude Lapang yang membangun 45 unit, progres saat ini berada di angka 57,51%. Di lokasi ini, sebanyak 25 orang pekerja bersama para Kepala Dusun (Kadus) setempat masih fokus pada pemasangan rangka baja dan pengecoran lantai guna mengejar ketertinggalan target.

Kolaborasi di lapangan ini mendapat apresiasi dari warga sekitar. Kehadiran unsur TNI, pengawas lapangan, dan perangkat desa di tengah terik matahari menjadi pelecut semangat para pekerja untuk segera menyelesaikan hunian yang sangat dinantikan oleh warga terdampak tersebut.