ilustrasi ist
Oleh : Anto Narasoma
DIBORGOL PENJARA
kening tebal mencium bumi. hati pun setebal asma yang kau sembah pada lantai masjid?
tapi tanda-tanda itu mengotori hatimu ketika jeruji besi penjara menyekap kesucian lafalmu yang tertinggal di toilet
maka,
kalimatullah yang merangkai nilai
dalam posisi lahir sebelum kelahiran itu tiba, sejernih akhlak menjadi cairan darah di tubuhmu
o, jabatan menteri
mengajak perjalanan itu terhenti pada posisi percaya atau tidak
sebab,
segala firman berkata pada hakikat dari ada sebelum ada pun –menjadi fakta ketika tanganmu menyempit digigit borgol
apakah hatimu tak terbuka ketika jendela para jemaah haji menantikan panggilan yang kehilangan nama di tanah suci?














