Oleh :Anto Narasoma
TUMBANG
waktunya tiba,
ketika kau
berpisah karena tumbang dalam catatan waktu
kedatangan-Nya seperti bolduzer yang meraung lewat kalimat terakhir
puluhan tahun
kau bersama
menghitung-hitung dirimu sendiri di atas perilaku
maka,
di mana pun ketika tiba
Ia mencabut segala yang tumbuh bersama kehidupan
hidup hanya catatan
yang menyelinap dari waktu ke waktu
lalu,
segala ruang yang kau jelajahi ketika nyawa berbincang dalam diam,
makrifat kematian pun mencabut kata-kata yang tak bicara
maka,
tanah ini kau injak
kau baluri segala ampas
sebusuk penyakit hati
yang lupa pada catatan
diri berpisahlah
lafal katamu. karena lapisan tanah terakhir akan memeluk erat setelah kehidupanmu tumbang
Palembang, 20 Maret 2026














