BANTENBeritaPandeglang

Dimyati Natakusumah: Prajurit TNI Gugur di Lebanon adalah Pahlawan Perdamaian

8
×

Dimyati Natakusumah: Prajurit TNI Gugur di Lebanon adalah Pahlawan Perdamaian

Sebarkan artikel ini

dutaberitanusantara.com | PANDEGLANG

Gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi perhatian Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah. Ia menilai para prajurit yang gugur merupakan pahlawan yang menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia.

“Turut berduka cita dan merasa sedih. Itu adalah perjuangan. Mudah-mudahan almarhum diterima Allah SWT dan mereka mati syahid karena berjuang membela kebenaran dan perdamaian internasional,” ujar Dimyati usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-152 Kabupaten Pandeglang di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (1/4/2026).

Dimyati menegaskan, pengabdian para prajurit tersebut bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan bagian dari misi kemanusiaan yang luhur.

“Atas kejadian ini, kami turut berduka cita kepada keluarga almarhum. Semoga diberikan kekuatan lahir dan batin. Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan duka cita yang mendalam,” imbuhnya.

Tiga prajurit TNI yang gugur merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Mereka tergabung dalam Kontingen Garuda yang bertugas menjaga stabilitas serta melindungi warga sipil di wilayah konflik Lebanon Selatan.

Insiden tragis tersebut terjadi dalam dua peristiwa pada 29 hingga 30 Maret 2026. Serangan artileri yang menghantam markas serta ledakan saat pengawalan konvoi logistik menjadi penyebab gugurnya para prajurit, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, menegaskan bahwa pasukan Indonesia hadir bukan sebagai kekuatan tempur, melainkan sebagai penjaga perdamaian dunia.

“Mereka bertugas jauh dari tanah air bukan untuk berperang atau menyerang siapa pun. Pasukan perdamaian Indonesia hadir untuk memastikan tidak ada lagi korban sipil akibat konflik bersenjata,” ujarnya.

Ia juga mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang dinilai sebagai pelanggaran berat hukum internasional, serta mendorong dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan.

“Ini pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Piagam PBB. Kami mendorong investigasi yang tuntas dan transparan,” tegasnya.

Rizki turut mengajak masyarakat Indonesia untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada para prajurit yang gugur.

“Penghargaan tertinggi kita berikan kepada prajurit-prajurit kita. Kita doakan yang gugur diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” pungkasnya.(Hadi)