Duta Berita Nusantara | Magelang
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti prosesi pemakaman militer Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, prajurit terbaik Kodam IX/Udayana yang gugur dalam menjalankan tugas mulia pada misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Upacara pemakaman dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Magelang, Minggu (5/4/2026).
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto hadir secara langsung dalam upacara tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara. Kehadiran Pangdam mencerminkan rasa duka yang mendalam serta solidaritas keluarga besar Kodam IX/Udayana terhadap prajurit yang gugur dalam tugas negara.
Upacara pemakaman militer tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita selaku Inspektur Upacara, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi TNI Angkatan Darat, di antaranya Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro, Gubernur Akademi Militer, para Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, serta Ketua dan pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IX/Udayana.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh penghormatan dan mengikuti tata upacara militer yang sarat makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, yang menggambarkan perjalanan pengabdian serta dedikasi almarhum selama berdinas sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Momen paling sakral dalam upacara tersebut terjadi pada pelaksanaan Apel Persada, yang menandai penghormatan terakhir kepada prajurit yang telah menunaikan tugas pengabdiannya kepada negara. Dalam prosesi tersebut ditegaskan bahwa jiwa dan raga almarhum diserahkan kembali kepada Ibu Pertiwi, sebagai simbol berakhirnya tugas pengabdian seorang prajurit yang telah gugur dengan penuh kehormatan.
Sebagai penutup rangkaian upacara, seluruh peserta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga atas nama negara, bangsa, dan TNI Angkatan Darat sebagai simbol penghargaan dan penghormatan atas pengorbanan serta patriotisme yang telah ditunjukkan almarhum dalam menjalankan tugasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa tersebut.
“Hari ini kita melepas salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi tugas negara dalam misi perdamaian dunia. Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap Pangdam.
Sementara itu, Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. menjelaskan bahwa Apel Persada merupakan bagian penting dalam tradisi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur. Menurutnya, prosesi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghargaan dan penghormatan institusi terhadap setiap prajurit yang telah mengabdikan hidupnya kepada bangsa dan negara.
Lebih lanjut Kapendam menegaskan bahwa kehadiran Pangdam IX/Udayana dalam prosesi pemakaman tersebut merupakan wujud empati dan duka cita yang mendalam dari seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana.
“Almarhum dikenang sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi, loyal, dan telah memberikan pengorbanan terbaik dalam menjaga kehormatan bangsa melalui tugas misi perdamaian dunia”,tegas Kapendam. (Pendam IX/Udy)











