BanyuasinBeritaPolriSumsel

Ambulans Apung Polda Sumsel Selamatkan Nelayan Kritis di Banyuasin, Evakuasi Cepat Lewat Sungai Musi

60
×

Ambulans Apung Polda Sumsel Selamatkan Nelayan Kritis di Banyuasin, Evakuasi Cepat Lewat Sungai Musi

Sebarkan artikel ini

Gerak cepat Ditpolairud Polda Sumsel mengevakuasi pasien darurat dari Desa Upang menggunakan ambulans apung, menembus jalur Sungai Musi menuju rumah sakit di Palembang

Duta Berita Nusantara | BANYUASIN

Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan respons cepat dalam misi kemanusiaan. Melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud), petugas mengevakuasi seorang nelayan dalam kondisi kritis dari Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, menggunakan ambulans apung, Sabtu (4/4/2026).

Awalnya, tenaga kesehatan desa melaporkan kondisi darurat pasien bernama Mustofa (44) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, pasien mengalami sakit perut hebat yang menjalar hingga ke pinggang. Selain itu, bidan setempat menilai kondisi pasien tidak memungkinkan untuk ditangani secara lokal.

Menanggapi laporan tersebut, personel Pos Pangkalan Sandar Upang Ditpolairud Polda Sumsel langsung bergerak cepat. Tanpa menunda waktu, tim menuju lokasi dan segera melakukan proses evakuasi.

Setibanya di lokasi, petugas langsung mengevakuasi pasien menggunakan tandu. Setelah itu, tim membawa pasien ke atas speedboat ambulans apung yang telah dilengkapi fasilitas medis dasar.

Selanjutnya, tim menembus jalur perairan Sungai Musi menuju Kota Palembang. Meski menghadapi tantangan medan perairan, proses evakuasi tetap berlangsung cepat, aman, dan terkendali.

Akhirnya, tim berhasil merujuk pasien ke RS Pelabuhan Palembang untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Langkah cepat ini sekaligus menegaskan komitmen Polda Sumsel dalam menghadirkan pelayanan Polri hingga ke wilayah terpencil. Tidak hanya itu, aksi ini juga menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir.

Direktur Polairud Polda Sumatera Selatan, Heru Agung Nugroho, menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam setiap misi kemanusiaan.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak. Kami memprioritaskan keselamatan masyarakat tanpa mengenal jarak dan waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menekankan bahwa ambulans apung merupakan solusi nyata bagi masyarakat di wilayah perairan.

“Ambulans apung ini bukan sekadar inovasi, tetapi bentuk pelayanan humanis Polri. Kami memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, mendapatkan akses pertolongan darurat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Polda Sumsel berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berbasis kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan program pelayanan kesehatan di wilayah pesisir.

Dengan demikian, keberhasilan evakuasi ini menunjukkan pentingnya sinergi antara kepolisian dan tenaga kesehatan desa. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa masyarakat, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Melalui inovasi ambulans apung, Polda Sumatera Selatan terus memperkuat perannya. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan.