Bandung BaratBeritaJawa Barat

Jembatan Titian Persatuan Cilojame Diresmikan, Akses Dua Wilayah Kini Terhubung

6
×

Jembatan Titian Persatuan Cilojame Diresmikan, Akses Dua Wilayah Kini Terhubung

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Bandung Barat

Warga di wilayah perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur kini bernapas lega.

Jembatan penghubung antara Kampung Cilonok (Bandung Barat) dan Jamilega (Cianjur) resmi dibuka untuk umum pada Minggu (19/04/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Jembatan yang diberi nama “Titian Persatuan Cilojame” ini merupakan hasil kepedulian dan kerja sama berbagai pihak. Pembangunan diprakarsai oleh Yayasan Islam Madina bersama pemuda dari Tim Aksi Bersama.

Peresmian dilakukan oleh Ketua Yayasan, Pramono Dewo, didampingi Yuanita Rohali, serta turut dihadiri Anies Rasyid Baswedan. Kehadiran tokoh tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan yang bertujuan mempermudah akses masyarakat di dua wilayah.

Pembangunan jembatan ini berawal dari usulan Moh Riski Iskandar yang melihat kesulitan warga selama ini. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh perjalanan jauh dan berliku untuk berdagang, mengakses fasilitas umum, hingga mengangkut hasil pertanian karena belum adanya jalur penghubung yang memadai.

Dengan anggaran sekitar Rp600 juta, jembatan ini dibangun sepanjang 48 meter dengan lebar 2 meter, sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Proses pembangunan berlangsung selama enam bulan, dimulai Oktober 2025 hingga selesai pada Maret 2026.

Keistimewaan proyek ini terletak pada proses pengerjaannya yang mengedepankan gotong royong. Selain didanai oleh yayasan dan sumbangan masyarakat, warga juga terlibat aktif mulai dari tahap perencanaan hingga penyelesaian.

Sejumlah tokoh lokal turut berperan penting, di antaranya Hermawan selaku Ketua RT yang mengoordinasikan warga, serta Dulah sebagai pelaksana lapangan. Peran ibu-ibu juga tak kalah penting dalam menyediakan konsumsi dan membantu kebutuhan administrasi selama pembangunan.

Dalam sambutannya, Pramono Dewo menyampaikan bahwa jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, melainkan simbol kebersamaan.

“Titian Persatuan Cilojame bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi menjadi lambang persatuan dan gotong royong masyarakat. Kami berharap fasilitas ini memberikan manfaat nyata bagi kemajuan ekonomi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Anies Baswedan mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat.

“Ini contoh pembangunan yang berawal dari kepedulian, dijalankan dengan kebersamaan, dan hasilnya dinikmati bersama. Semoga semangat seperti ini terus terjaga,” katanya.

Dengan beroperasinya jembatan ini, waktu tempuh antarwilayah yang sebelumnya bisa memakan waktu berjam-jam kini hanya beberapa menit. Akses distribusi hasil bumi, perjalanan ke sekolah, serta aktivitas sosial masyarakat menjadi lebih mudah dan aman.

Penggagas pembangunan, Moh Riski Iskandar, mengaku bangga atas terwujudnya jembatan tersebut. Ia berharap ke depan akan ada pembangunan lanjutan, khususnya akses jalan pendukung untuk meningkatkan konektivitas wilayah.