Oleh :Anto Narasoma
Duta Berita Nusantara | Palembang
Dalam kabut pagi ini
jutaan suara kartini
menyandang etika
ketika suaramu menembus dinding
pikiran bagi bangsa ini
maka,
bacalah surat-suratmu
ketika kobaran api
menghadirkan perlawanan waktu yang masih tercatat di dalam ruang etika
dari kartini ke kartini akademik, telah membuka dinding-dinding rahim yang melahirkan tantangan waktu
sebab,
keberkahan negerimu
hilang satu-satu setelah
kebijakan main mata menyuburkan bintik-bintik maling
di aceh, sumatera utara, dan sumatera barat
maka,
dinding rahimmu pun pecah berdarah, ibu
dari catatan hatiku
surat-surat suaramu
menggelontorkan
ribuan potongan kayu dan lumpur
yang mengotori wajah negeriku
kemana surat-surat suara ibu
setelah cuaca habis gelap terbitlah terang disemprot air ludah oknum pejabat dan pengusaha korup?
Palembang, 26 April 2026














