Duta Berita Nusantara | Palembang, Minggu,(26 April 2026)
Peristiwa orang tenggelam terjadi di wilayah Kelurahan Kemasrindo, Kecamatan Kertapati, pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Seorang anak perempuan dilaporkan tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Keruk, Jalan Mataram RT 07.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat sembilan anak yang berasal dari Lorong Karya Tani RT 15, Kelurahan Kemasrindo, mandi di sungai tersebut. Dari jumlah tersebut, satu anak dilaporkan tenggelam sehingga warga sekitar langsung melakukan upaya pertolongan dan pencarian.
Korban diketahui bernama Julia Ramadani alias Jea binti Bandrun (11), yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Korban merupakan warga Jalan Ki Merogan, Lorong Karya Tani RT 15, Kelurahan Kemasrindo.
Setelah dilakukan pencarian oleh warga dan tim gabungan, korban akhirnya ditemukan pada pukul 11.21 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan korban terjadi setelah proses penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Proses pencarian sebelumnya melibatkan warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang serta pihak kepolisian dari Polsek Kertapati. Tim gabungan melakukan penyisiran di aliran sungai guna menemukan korban.
Peristiwa ini turut mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si, hadir langsung di lokasi untuk memantau proses pencarian dan evakuasi korban serta memastikan situasi tetap kondusif. Turut hadir pula Lurah Kemasrindo, Suhaimi, S.Sos, yang ikut membantu koordinasi di lapangan.
Pihak Kecamatan Kertapati bersama kelurahan telah mengambil langkah dengan mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian untuk mendukung kelancaran proses evakuasi. Setelah korban ditemukan, pihak kelurahan dan kecamatan langsung bersiap mendatangi rumah duka.
Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah setempat akan memberikan santunan kepada keluarga korban atas nama Wali Kota Palembang. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang sedang berduka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai. Keselamatan harus menjadi prioritas utama guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.














