BeritaYogyakarta

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

13
×

Pergelaran Puisi Negeri Retak, Ditampilkan di Purawisara Amphitheater Malioboro

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Yogyakarta

USAHA dan kerja keras Bambang Oeban untuk menggelar peluncuran dua buku antologi puisi karya penyair nasional Joko Pranoto pantas mendapat apresiasi tertinggi

Dua buku kumpulan puisi bertajuk Yang Kutitipkan kepada Langit dan Negeri Retak, didesain secara estetik, sehingga memperlihatkan kualitas buku yang profesional.

Dari usaha dan kerja keras dalam beberapa pekan yang digagas Bambang Oeban, sangat menggugah perhatian saya.

Sebab, sebagai seniman panggung dan sastrawan Indonesia, Bambang Oeban melakukan dua momen untuk peluncuran buku dan pergelaran unsur seni yang terkandung di dalam format isi dari dua buku tersebut.

Jika dikaji dari format tulisan dan ilustrasi gambar yang digurat-garis Bambang Oeban, seniman ini mampu menerobos isi yang mengakar kuat dari balik kalimat yang digagas Joko Pranoto sebagai penulis dua antologi tersebut.

Dari untaian isi di dua antologi itulah itulah akhirnya Bambang Oeban menggagas kegiatan seni pertunjukan untuk menyemarakkan peluncuran dua buku antologi puisi Joko Pranoto tersebut.

Seperti panci ketemu tutup, dengan sepenuh hati Joko Pranoto siap mendukung rencana kegiatan itu. Untuk mewujudkan keinginannya, dari Depok, Bambang Oeban terbang ke Yogyakarta.

Sebagai seniman yang terbiasa menggelar pertunjukan, Bambang Oeban merangkul pihak Universitas Gadjahmada.

“Kami berharap, dengan adanya kerjasama antara seniman dan pihak Universitas Gadjahmada, pergerlaran seni ini dapat terlaksana secara utuh dan profesional,” tegas Bambang Oeban, Kamis, 7 Mei 2026.

Terkait program pergelaran itu, Bambang Oeban dan Joko Pranoto menggandeng kawan-kawan seniman Jogja. Bahkan pihak Universitas Gadjahmada begitu komitmen untuk mendukung keberhasilan peluncuran buku dan pentas seni tersebut.

“Insya Allah, kami dari Universitas Gadjahmada akan siap membantu peluncuran buku dan kesuksesan pergelaran seni tersebut,” ujar Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjahmada, Prof Dr M Baiquni MA, tersenyum.

Karena keterikatan dengan konsep litersi dari dua kegiatan, kata Baiquni, maka pihaknya akan membantu kesuksesan acara secara maksimal.

Sementara itu sebagai penulis penyair Joko Pranoto siap mendampingi rekan kerjanya, Bambang Oeban.

Menurut Joko, selama ini kegiatan seni selalu digarap seperti biasa-biasa saja. Bahkan tak ada kesan yang membekas seusai pergelaran.

“Karena itu saya dan Mas Bambang Oeban berusaha maksimal untuk menggelar acara peluncuran buku dan pentas seni di Jogja. Doakan, semoga sukses, ya?” jelasnya.

Terkait program kerjanya, Bambang Oeban telah berkoordinasi dengan sejumlah seniman terkemuka di Jogyakarta.

Rencananya, pergelaran itu akan dilaksanakan di Rumah Budaya Tembi Yogyakarta. Namun kegiatannya dialihkan ke Purawisata Amphiteater (Hotel Tasneem) Malioboro.

“Karena tanggal 6 Juni sudah ada yang lebih dahulu menyewa tempat, maka progres pergelarannya kita undur pada Selasa, 23 Juni 2026,” tukas Bambang Oeban, menutup perbincangan.

Penulis :

Anto Narasoma

* Penulis adalah seniman dan wartawan senior