BALIBerita

Andi Krismaya Soroti Pentingnya Menjaga Alam dan Keseimbangan Bali di Tengah Perkembangan Zaman

8
×

Andi Krismaya Soroti Pentingnya Menjaga Alam dan Keseimbangan Bali di Tengah Perkembangan Zaman

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Denpasar, Bali

Pemerhati lingkungan dan budaya Bali asal Austria, Andi Krismaya, menyoroti pentingnya menjaga kelestarian alam dan keseimbangan Pulau Bali di tengah pesatnya perkembangan zaman, khususnya pada sektor pembangunan dan ekonomi.

Dalam pandangannya, perkembangan Bali saat ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan dua hingga tiga dekade lalu. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi masyarakat, hingga dinamika kehidupan sosial yang semakin modern.

Namun demikian, Andi menilai perubahan tersebut juga membawa tantangan baru, seperti peningkatan kepadatan kendaraan, kemacetan di sejumlah titik, serta persoalan pengelolaan sampah yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, pembangunan Bali ke depan perlu dirancang lebih terarah agar tetap mampu menjaga identitas alam Pulau Dewata tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Orang asing datang ke Bali karena menyukai suasana alami, udara segar, dan ketenangan. Bali harus tetap hijau. Minimal 40 persen wilayah kota seharusnya menjadi ruang terbuka hijau demi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar bangunan-bangunan yang sudah tidak terpakai atau terbengkalai dapat dimanfaatkan kembali menjadi ruang hijau sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan.

Lebih lanjut, Andi mengapresiasi masyarakat Bali yang dinilainya semakin kuat dalam menjaga nilai spiritual dan kedekatan dengan alam. Ia menilai filosofi hidup masyarakat Bali yang dikenal dengan konsep keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Konsep seperti ini sangat baik dan relevan untuk masa depan Bali agar tetap harmonis dan lestari,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Andi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan tanpa memandang perbedaan status sosial.

“Kita semua setara dalam kehidupan ini. Yang terpenting adalah hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga alam Bali agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Denpasar, Bali Denpasar dan Bali menjadi pusat perhatian dalam diskursus keberlanjutan lingkungan seiring meningkatnya tantangan pembangunan di daerah tersebut.