Palembang|Duta Berita Nusantara
Menunda-nunda kebaikan (Taswif) adalah jebakan setan yang mematikan potensi amal, merusak produktivitas muslim, dan menyebabkan penyesalan abadi.
Untuk itu, mari bersegera melakukan ketaatan kepada Allah, seperti melakukan sholat, tobat dan amal ibadah lainnya.
Hal ini Disampaikan oleh ustad Subur Santoso S.Pd.I, M.Pd.I Selaku Khotib Jumat tanggal 29 Mei 2026 di Masjid Ilham Jalan Supersemar Kelurahan Pipa Reja Kecamatan Kemuning Kota Palembang.
Dikatakannya, salah satu penyakit hati yang paling berbahaya namun sering dianggap remeh adalah kebiasaan menunda-nunda kebaikan.
” Kebiasaan yang sering terjadi pada diri kita adalah menunda kebaikan, dan ini adalah perangkap setan, yang dapat menghancurkan amal ibadah kita ” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam Alquran surat Al-Munafiqun ayat 10 secara tegas telah mengingatkan umat Islam, akan penyesalan orang-Orang yang menyia-nyiakan waktu.

” Ketika ajal menjemput, barulah manusia sadar dan bermohon, untuk dapat dikembalikan kedunia demi melakukan amal kebaikan, yang selama ini mereka tunda, namun permintaan tersebut, tentu tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT ” katanya.
Ustad Subur Santoso Juga menjelaskan, bahwa didalam Islam, menunda-nunda kebaikan dapat membawa dampak buruk yang sangat nyata.
” Contohnya menunda Ibadah dan Tobat, sementara kita tidak pernah tahu kapan batas usia kita ” ungkapnya.
Lain dari itu, Ustad Subur Juga mengatakan bahwa Allah telah menegaskan dalam Alquran, tidak ada seorang manusia pun yang dapat memastikan kejadian pada esok hari
” Jangankan memastikan, untuk mengetahui realitas yang terjadi esok hari saja tidak bisa, kendatipun manusia dapat memperkirakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi, tapi itu hanya sebatas perkiraan ” tegasnya.
Diakhir khutbahnya, Ustad Subur Santoso Mengajak seluruh Jamaah, agar jangan pernah menunda-nunda sesuatu amal kebaikan.
” Lakukan hari ini apa yang dapat kita lakukan, jangan tunda esok ataupun lusa, semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita dan meridhoi Amal Ibadah Kita Amiiin ” ungkapnya.
(Yuliardi)














