Palembang| Duta Berita Nusantara
Hawa Nafsu adalah sesuatu yang harus kita tundukkan, dan hendaknya kita menjauhi sifat memperturutkan hawa nafsu tersebut, sebab memperturutkan hawa nafsu akan menjerumuskan seseorang kedalam jurang kemaksiatan dan dosa.
Berjihad melawan hawa nafsu dan syahwat, adalah jihad yang paling dasar, dan tak mungkin kita dapat berjihad melawan musuh, bila kita tak mampu berjihad melawan hawa nafsu sendiri.
Hal tersebut disampaikan oleh Drs Azhari MD, MM selaku Ketua Peribadatan Masjid Ilham, yang berlokasi di Jalan Supersemar Kelurahan Pipa reja Kecamatan Kemuning Kota Palembang.
Dalam Kajian subuhnya pada hari Minggu 31 Mei 2026, Azhari juga mengatakan bahwa mengendalikan hawa nafsu merupakan kunci utama untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan Akhirat.
” Islam tidak mematikan Nafsu, melainkan. Mengarahkannya agar tidak menjadi Bumerang yang merusak ” ujarnya.
Dalam Kajiannya dia juga menjelaskan, bahwa Nafsu itu ibarat pisau bermata dua, jika dikelola dengan baik, maka dia akan menjadi pendorong kebaikan, namun jika dibiarkan liar maka akan menjerumuskan manusia pada kehinaan.
” Ada 3 langkah mujahadah yang dapat kita lakukan dalam melawan hawa nafsu ini, yang pertama menyalurkan nafsu sesuai syariat Islam, kedua memperbanyak ibadah dan puasa, dan yang ketiga adalah, selalu merasa diawasi oleh Allah ( Muraqobah), karena setiap tarikan nafas dan langkah kita, tidak pernah lepas dari pengawasan Allah SWT ” katanya.

Disisi lain, Azhari juga mengatakan, bahwa kemenangan sejati bukanlah kemenangan di Medan perang, melainkan adalah kemampuan seseorang untuk menahan amarah, menjaga pandangan dan mengalahkan ego sendiri, demi meraih ridho Allah.
” Mari kita berjuang menundukkan hawa nafsu kita, agar kita tidak menjadi budak dunia, melainkan hamba Allah yang senantiasa berada dijalan keselamatan ” ajaknya.
Dia juga mengatakan, dalam kitab Qatrul Ghaits (cahaya Iman) karya Syekh Nawawi Al-Bantani, disebutkan ada tujuh tingkatan nafsu manusia, dan dari tujuh jenis nafsu tersebut, dua diantaranya sering diperturutkan oleh manusia, sehingga memicu kejahatan dan menyebabkan dosa.
” Ada tujuh tingkatan nafsu tersebut, yang pertama adalah Amarah tempatnya di As-Shadr (dada), yang kedua Lawwamah tempatnya di Al-Qalbu (hati), yang ketiga Mulhimah, tempatnya di Ar-Ruh letaknya dibawah buah dada sebelah kanan, selanjutnya Nafsu Mutmainah letaknya di As-Sirru atau sebelah buah dada kiri, selanjutnya yang kelima adalah nafsu Rodhiyah, kemudian yang ke enam adalah Nafsu Mardhiyyah tempatnya di Al-Khafi terletak disebelah buah dada kanan, dan yang ketujuh adalah Nafsu Kamillah yang bertempat di Al-Akhfa yaitu dipertengahan dada ” jelasnya.
Diakhir penjelasannya, Azhari mengatakan, Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin juga menjelaskan tentang tujuh tingkatan nafsu tersebut.
” Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya, sedangkan kesengsaraan adalah saat seseorang dikuasai nafsunya ” ungkapnya.
(Yuliardi)














