AgamaBeritaPalembang

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

7
×

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini

Palembang | Duta Berita Nusantara

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan (Kakanwil Kemenag Sumsel), Taufiq, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang pada Senin pagi (1/6/2026).

Upacara penting ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh di lingkungan Kemenag Sumsel. Hadir para Kepala Bidang (Kabid) dan Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kanwil Kemenag Sumsel, Kakankemenag Kota Palembang Muflikhul Hasan, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumsel Emilia Syafitri Irwan beserta jajaran pengurus. Selain itu, hadir pula Kepala Madrasah Negeri se-Kota Palembang, serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel dan Kemenag Kota Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel membacakan pidato resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Pancasila Sebagai Jangkar Moral dan Penuntun di Tengah Turbulensi Global

Menyampaikan amanat Kepala BPIP, Taufiq menekankan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala di dalam jiwa setiap insan Indonesia. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Pancasila terbukti menjadi “bintang penuntun” yang menjaga kokohnya keberagaman bangsa Indonesia.

“Pancasila adalah ‘jangkar moral’ kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Taufiq saat membacakan pidato tertulis Kepala BPIP.

Lebih lanjut, dalam sambutan tersebut dipaparkan peran aktif Indonesia di panggung internasional. Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Indonesia berkomitmen ikut melaksanakan ketertiban dunia. Kontribusi nyata ini diwujudkan melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, mediasi konflik regional, serta konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah sebagai penjelmaan sila kedua Pancasila.

Menolak Pancasila Sekadar Menjadi “Hiasan Dinding”

Melalui pidato Kepala BPIP, Plh. Kakanwil Kemenag Sumsel juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk membumikan nilai-nilai Pancasila. Diingatkan bahwa kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan.

“Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya mengutip amanat tertulis BPIP.

Sambutan ditutup dengan ajakan bersama untuk meneguhkan komitmen kebangsaan dan membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.

Seluruh rangkaian kegiatan di MAN 3 Palembang ini berjalan dengan tertib, lancar, dan dipenuhi semangat nasionalisme. (Humas Kemenag Sumsel)