Duta Berita Nusantara | Palembang
Oleh: Anto Narasoma
LAKON LYSISTRATA DUA BABAK
Babak 1)
ratusan tahun wajahmu
kau paparkan ke naskah cerita
setelah ribuan garis
memperkuat marahmu
di pentas permainan itu
ilustrasi musik
sejak tadi melakonkan lysistrata, meneriakkan
jiwa-jiwa patah di wajahmu
yang penuh watak
maka perang panjang
di atas nafsu yang menginjak-injak
harga kemanusiaan, terkekeh di setiap
tubuh wanita
lysistrata diliputi cinta
membatasi garis tengah
agar suami istri menuliskan kisah, yang meretakkan sejumlah nasib orang-orang athena dan sparta itu ;
telah menggetarkan lantai panggung tontonan
“simpan dan cucilah hatimu. karena wanita dan harkat kehidupan adalah cinta !” kata sang pelakon
Babak 2)
perang adalah api
berkobar meluapkan dendam
atas ruang luas tak berkemanusiaan
tatkala lysistrata membisikkan
ke ribuan telinga,
wanita adalah skenario cinta
yang dihinakan sebagai kata-kata
dengan naskah tak tuntas
o kepada siapa perang cinta itu meletupkan syahwatnya yang kebiru-biruan dalam permainan sejumlah peran?
lysistrata, dari lakon ke lakon
tokoh jalan lurus yang mengisahkan
permainan di autitorium teater setelah lembaran naskah usai kau hafalkan
lalu permainan pun menebar
ke tiap sudut musik yang mengiringi
wanita-wanita tak menjajakan
fungsinya dalam tiap adegan
“kami tak mampu membuka hari. setelah kata demi kata berjalan dalam kisah cerita. adakah harga menjelajahi kehidupan kami para wanita !” suara koor seperti lantunan simponi dalam skenario itu
lunglai lysistrata
karena permainan tetap menantikan
agar pertempuran tak menyudutkan kesetiaan cinta
tapi peperangan masih terus berkobar
bagi api yang menyala dalam jerit tangis
anak-anak ukraina di ujung peluru
tentara rusia
28 Maret 2022
————————
Hari Teater Sedunia














