Lubuk LinggauPendidikan

Kajian Regrouping SD dan Pelestarian Budaya di Musi Rawas Libatkan Perguruan Tinggi, Dorong Kebijakan Berbasis Ilmiah

7
×

Kajian Regrouping SD dan Pelestarian Budaya di Musi Rawas Libatkan Perguruan Tinggi, Dorong Kebijakan Berbasis Ilmiah

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Musi Rawas

Pemerintah Kabupaten Kabupaten Musi Rawas bersama berbagai pemangku kepentingan menggulirkan dua agenda kajian strategis pada sektor pendidikan dan kebudayaan yang melibatkan akademisi dari perguruan tinggi sebagai tim ahli independen.

Kajian Regrouping SD di 14 Kecamatan

Kajian regrouping Sekolah Dasar (SD) telah dilaksanakan sejak awal 2026 di 14 kecamatan di Kabupaten Musi Rawas sebagai bagian dari upaya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan dasar.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD, Zulfikar, S.Pd., M.Pd.Si., menyampaikan bahwa program ini merupakan agenda perencanaan jangka panjang pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola satuan pendidikan.

” Keterlibatan tim ahli dari Universitas PGRI Silampari menjadi langkah penting untuk memastikan kajian dilakukan secara objektif, ilmiah, serta menghindari potensi konflik kepentingan,” ungkapnya.

Koordinator Pengawas Kecamatan BTS Ulu, Misdi, S.Pd., juga menilai kehadiran tim akademisi membantu meminimalkan subjektivitas dalam proses evaluasi di lapangan.

Sementara itu, dosen Universitas PGRI Silampari, Dr. Dian Samitra, M.Pd.Si., menegaskan bahwa pihaknya hanya memberikan rekomendasi berbasis kajian ilmiah sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku, sementara keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah daerah.

Kajian Adat dan Tradisi Pernikahan

Di sektor kebudayaan, kajian adat istiadat dan tradisi pernikahan juga dilaksanakan oleh Balitbang Kabupaten Musi Rawas bekerja sama dengan Universitas PGRI Silampari sejak Agustus hingga Desember 2025.

Kegiatan ini mencakup wilayah Kecamatan Selangit, Muara Kelingi, Muara Lakitan, dan STL Ulu Terawas dengan tujuan mendokumentasikan serta melestarikan tradisi pernikahan masyarakat setempat.

Kepala Balitbang Kabupaten Musi Rawas, H. Fadlu Robby, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim peneliti dan akademisi, termasuk Dr. Yadri Irwansyah, M.Pd. dan Sarkowi, M.Hum., atas kontribusi dalam penyusunan kajian berbasis ilmiah.

” Hasil kajian diharapkan menjadi dasar kebijakan pelestarian budaya serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan tradisi lokal,” ujarnya.

Dukungan Akademik untuk Kebijakan Daerah

Rektor Universitas PGRI Silampari, Assoc. Prof. Dr. Rudi Erwandi, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas atas keterlibatan perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan strategis.

” Keterlibatan dosen merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam kontribusi keilmuan untuk pembangunan daerah,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk menghasilkan kebijakan yang objektif, transparan, serta berkelanjutan, baik di bidang pendidikan maupun pelestarian budaya.

Dua kajian tersebut menunjukkan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan riset ilmiah. Pemerintah Kabupaten Musi Rawas berharap hasil kajian dapat menjadi rujukan penting dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar serta pelestarian identitas budaya daerah di masa mendatang.