Duta Berita Nusantara | Denpasar
Inna Bali Heritage Hotel Denpasar menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Nusantara dengan menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Gerbang Nusantara yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026. Bagi hotel bersejarah yang berdiri sejak 1927 ini, dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali citra sebagai hotel heritage yang tetap hidup, aktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
General Manager Inna Bali Heritage Hotel Denpasar, I Made Dwija Arsa, mengatakan hotel yang dipimpinnya memiliki sejarah panjang sebagai salah satu hotel tertua di Bali. Bangunan tersebut mulai dibangun pada 1927 dan resmi beroperasi pada 1928. Meski demikian, penanda sejarah hotel tetap menggunakan tahun 1927 sebagai tonggak berdirinya, sehingga pada 2027 mendatang hotel ini akan memasuki usia 100 tahun.
“Hotel ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Seiring perkembangan zaman memang banyak perubahan dilakukan, tetapi kami tetap mempertahankan bangunan-bangunan utama yang menjadi identitas heritage. Karena itulah pada 2017 kami resmi berganti nama dari Inna Bali Hotel menjadi Inna Bali Heritage Hotel setelah memperoleh pengakuan sebagai hotel heritage,” ujar Dwija Arsa saat ditemui di Inna Bali Heritage Hotel Denpasar, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah bangunan asli masih dipertahankan, termasuk area yang kini difungsikan sebagai Warung Sinta Restaurant dengan nuansa arsitektur kolonial yang menjadi ciri khas hotel sejak awal berdiri.
Saat ini Inna Bali Heritage Hotel memiliki 68 kamar, kolam renang, serta empat ruang pertemuan dengan berbagai kapasitas. Dua ballroom besar mampu menampung hingga 250 dan 150 peserta, sementara dua ruang rapat lainnya masing-masing berkapasitas sekitar 50 orang. Area taman yang luas juga disiapkan untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, hingga pertunjukan seni.
Menurut Dwija Arsa, Festival Gerbang Nusantara menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kembali hotel kepada masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya Hindu Nusantara.
“Kami ingin hotel ini tidak hanya dikenal sebagai bangunan tua, tetapi menjadi living heritage hotel, hotel heritage yang tetap hidup dengan berbagai aktivitas budaya. Selama ini masih ada anggapan hotel ini sepi atau bahkan angker. Kami ingin mengubah persepsi itu melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap festival tersebut, pihak hotel menyediakan seluruh fasilitas yang dibutuhkan panitia, mulai dari area kegiatan, ruang workshop, perlengkapan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Festival Gerbang Nusantara diperkirakan akan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan atau sekitar 3.000 orang setiap harinya. Sebanyak 21 pelaku UMKM turut meramaikan kegiatan tersebut bersama berbagai lomba budaya, workshop, kuliner Nusantara, yoga massal, serta pertunjukan tari.
Dwija Arsa menilai kegiatan tersebut sejalan dengan semangat memperkenalkan kekayaan budaya Hindu Nusantara yang tidak hanya berkembang di Bali, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.
“Kami melihat Gerbang Nusantara membawa pesan bahwa budaya Hindu hidup di banyak daerah di Indonesia. Itu menjadi nilai yang sangat baik untuk dikenalkan kepada masyarakat. Kami ingin ikut mendukung gerakan tersebut,” ujarnya.
Usai Festival Gerbang Nusantara, Inna Bali Heritage Hotel juga akan melanjutkan program aktivasi kawasan heritage melalui kolaborasi rutin bersama pelaku UMKM dan komunitas seni mulai 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut akan digelar setiap Jumat dengan konsep hiburan bertema nostalgia, pertunjukan musik, hingga aktivitas budaya yang sesuai dengan karakter hotel.
Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana baru sekaligus menjadikan kawasan hotel lebih hidup dan menjadi ruang berkumpul masyarakat.
Dwija Arsa menegaskan, dukungan terhadap Festival Gerbang Nusantara bukan semata-mata mengejar tingkat okupansi hotel, melainkan sebagai langkah awal membangun kembali eksistensi Inna Bali Heritage Hotel sebagai ikon sejarah dan budaya di Kota Denpasar.
“Harapan kami sederhana, kegiatan ini menjadi awal kebangkitan Inna Bali Heritage Hotel. Kami ingin masyarakat kembali mengenal hotel ini sebagai hotel heritage yang aktif, terbuka untuk kegiatan budaya, serta terus bertahan hingga melewati usia satu abad,” pungkasnya.













