Scroll untuk baca artikel
Berita

Tafsir Qur’an Bersama Ustad H Dasram Effendi, LC, MAG, CDAI Di Masjid Al Multazam Kalidoni

9
×

Tafsir Qur’an Bersama Ustad H Dasram Effendi, LC, MAG, CDAI Di Masjid Al Multazam Kalidoni

Sebarkan artikel ini

Palembang | Duta Berita Nusantara

Setiap kali kita membaca Alquran, Allah SWT mengajak kita untuk merenungkan kebesaranNya.

Diantara surat yang sering kita dengar adalah surat An-Naba, surat ini diturunkan oleh Allah, untuk membantah kaum Musyrik yang meragukan hari kebangkitan.

Melalui ayat 14 hingga 19, Allah SWT memaparkan bukti-bukti kekuasaanNya yang agung di alam semesta ini, sekaligus menjadi isyarat akan kedahsyatan hari Kiamat.

Penjelasan diatas, disampaikan oleh Ustad H Dasram Effendi, LC, M.A.G, CDAI dalam kegiatan rutin Tafsir Alquran setiap malam Selasa na’da Maghrib tanggal 20 Juli 2026 di Masjid Al Multazam Jl H Azhari RT 46 RW 07 Kalidoni Kota Palembang.

Hadir dikesempatan tersebut, Ketua Masjid Al Multazam Ustad Fitriyadi S.Pd, Ketua RT 46 RW 07 Kalidoni Guswan Marsoni S.E, Para Pengurus Masjid setempat serta puluhan Jamaah lainnya.

Dalam Pemaparannya kali ini, Ustad Dasram mengupas Tafsir Ibnu Katsir tentang Surat An-Naba ayat 14-19.

Dikatakannya, berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, ayat ayat tersebut menegaskan bukti kekuasaan Allah melalui ciptaan Alam semesta.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan kata al-mu’shirat yang bermakna awan yang mengandung hujan dan siap untuk menumpahkannya, Allah SWT menurunkan air hujan yang sangat banyak dan deras dari langit, Air inilah yang membawa kehidupan di muka bumi ” ujarnya.

Dia juga mengatakan, Dengan air tersebut, Allah menumbuhkan berbagai macam biji-bijian seperti padi dan gandum yang menjadi makanan pokok, rumput untuk hewan ternak dan kebun kebun yang lebat dan rimbun

” Perenungan dari ayat ini adalah Dzat yang maha kuasa, menghidupkan bumi yang kering dan mati dengan air hujan, maka Dia Dzat yang maha kuasa pula untuk membangkitkan manusia dari kuburnya setelah mereka hancur menjadi tulang belulang ” katanya

Lebih lanjut dikatakannya, pada Ayat 17 Surat An-Naba sudah sangat jelas menegaskan bahwa hari Kiamat telah ditetapkan waktunya oleh Allah SWT, disusul dengan ayat 18 dikatakan tentang peristiwa ditiupnya Sangkakala, dimana manusia akan bangkit dari kuburnya dan datang secara berkelompok menuju Padang Mahsyar.

” Sementara pada ayat 19 ALLAH SWT menggambarkan kengerian hari kiamat tersebut, dimana langit akan terbelah dan menjadi berpintu-pintu akibat kedahsyatan peristiwa tersebut ” tegasnya.

Diakhir Pemaparannya, dia mengajak seluruh Jamaah, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan menjauhi semua larangannya.

” Untuk itu saya mengajak kita semua, termasuk diri saya sendiri, agar lebih memperkuat Iman kita, memperkuat ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sebelum Waktu kita didunia ini berakhir “, ungkapnya.