Duta Berita Nusantara | Denpasar
Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut menjadi semangat dalam kegiatan Ngopi Kamtibmas Kapolresta Denpasar bersama Komunitas Driver Ojek Online (Ojol) Denpasar, yang digelar di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi dan koordinasi antara Polresta Denpasar dengan komunitas driver ojol dalam menjaga situasi Kamtibmas di wilayah hukum Kota Denpasar.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., didampingi para pejabat utama Polresta Denpasar, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Komunitas Ojol Maxim Dewata Solidaritas Indonesia (MDSI) Sofyan, perwakilan Komunitas Semeton Grab Bali Ivan, Relawan Kamtibmas Puspa, serta delapan anggota Komunitas Ojol Maxim Dewata Solidaritas Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan Ngopi Kamtibmas merupakan sarana komunikasi dan silaturahmi untuk memperkuat kemitraan antara kepolisian dengan komunitas ojol.
Menurutnya, para driver ojol memiliki peran strategis sebagai mitra Kamtibmas karena aktivitas mereka yang setiap hari tersebar di berbagai wilayah. Dengan mobilitas yang tinggi, para driver ojol dinilai dapat menjadi mata dan telinga kepolisian dalam membantu mengetahui berbagai informasi maupun situasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Rekan-rekan driver ojol jumlahnya banyak dan tersebar di berbagai wilayah. Tentunya memiliki kesempatan lebih cepat mengetahui berbagai informasi maupun kejadian yang berkembang di masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh komunitas ojol untuk bersama-sama menjaga keamanan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan Kamtibmas,” ujar Kapolresta.
Kapolresta juga mensosialisasikan layanan kepolisian Call Center 110 yang dapat digunakan masyarakat secara gratis untuk melaporkan kejadian maupun gangguan Kamtibmas. Setiap laporan yang masuk akan diteruskan sesuai wilayah hukum masing-masing sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kepolisian dengan lebih mudah dan cepat.
Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Maxim Dewata Solidaritas Indonesia (MDSI), Sofyan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan untuk berdialog langsung bersama Kapolresta Denpasar.
Ia menyampaikan bahwa dalam menjalankan aktivitas di lapangan, para driver ojol tidak terlepas dari berbagai persoalan, mulai dari menghadapi penumpang bermasalah hingga kondisi persaingan dalam operasional. Selain itu, para driver juga kerap menghadapi titik-titik rawan kriminalitas maupun kemacetan yang membutuhkan kehadiran dan respons cepat dari kepolisian.
Terkait layanan Call Center 110, Sofyan menyambut positif layanan tersebut karena dinilai dapat membantu mempercepat dan memudahkan para driver dalam melaporkan permasalahan yang ditemukan selama menjalankan aktivitas di lapangan.
“Kami berkomitmen untuk selalu menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif, tertib berlalu lintas, serta membangun komunikasi dan koordinasi secara berkelanjutan dengan pihak kepolisian,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas ini, Polresta Denpasar berharap komunikasi dan sinergi dengan komunitas ojol dapat terus terjalin secara berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat dan komunitas yang memiliki mobilitas tinggi seperti driver ojol, diharapkan berbagai potensi gangguan Kamtibmas dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat, sehingga keamanan, ketertiban, serta keselamatan masyarakat di Kota Denpasar tetap terjaga.
Kepolisian mengimbau kepada para pengemudi bus pariwisata agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak berhenti atau parkir sembarangan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Kepada masyarakat dan wisatawan, kami mengajak untuk selalu tertib berlalu lintas, bersabar, dan saling menghormati sesama pengguna jalan.













