Scroll untuk baca artikel
Agama

Ustaz Farhan Ridho Al-Haf: Menutup Aib Sesama Muslim Bukan Berarti Membenarkan Dosa

8
×

Ustaz Farhan Ridho Al-Haf: Menutup Aib Sesama Muslim Bukan Berarti Membenarkan Dosa

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG | Duta Berita Nusantara

Sebagai manusia, tidak ada seorang pun yang luput dari dosa dan kesalahan. Namun, dengan sifat-Nya sebagai As-Sattar (Maha Menutupi Aib), Allah SWT senantiasa menutupi berbagai dosa dan kekurangan hamba-Nya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Farhan Ridho Al-Haf dalam khutbah Jumat di Masjid Ilham, Jalan Supersemar, Pipa Reja, Palembang, Jumat (31/7/2026).

Dalam khutbahnya, Ustaz Farhan mengajak jamaah untuk merenungkan besarnya kasih sayang Allah SWT. Menurutnya, jika Allah menampakkan setiap dosa manusia, baik melalui bau maupun tanda yang terlihat, niscaya tidak ada seorang pun yang berani duduk berdampingan dengan orang lain.

“Bayangkan jika Allah menampakkan bau atau tulisan dari setiap dosa yang kita lakukan. Tentu tidak akan ada seorang pun yang merasa pantas berada di tengah-tengah manusia lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, sangat tidak adil apabila seseorang yang selama ini aibnya ditutupi oleh Allah justru gemar mencari-cari, mengorek, dan menyebarluaskan aib orang lain.

Ustaz Farhan kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 yang mengingatkan umat Islam agar menjauhi prasangka buruk, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, serta tidak menggunjing sesama.

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggunjing satu sama lain. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang,” kutipnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah tentang sabda Rasulullah SAW mengenai keutamaan menutupi aib sesama Muslim.

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.’ (HR. Bukhari),” katanya.

Ia menambahkan, dalam riwayat lain juga dijelaskan bahwa siapa saja yang gemar membuka aib saudaranya, maka Allah SWT akan membongkar aibnya, meskipun orang tersebut berada di tempat yang paling tersembunyi.

Karena itu, Ustaz Farhan mengingatkan jamaah agar tidak mudah menyebarkan gosip maupun keburukan orang lain.

“Jangan pernah bergosip tentang keburukan orang lain. Ingatlah, setiap huruf dan kalimat yang kita ucapkan maupun sebarkan akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk lebih banyak melakukan introspeksi diri daripada sibuk mengurusi kekurangan orang lain.

“Mari kita sibukkan diri untuk memperbaiki diri sendiri. Renungkanlah dosa-dosa yang telah kita lakukan, daripada menghabiskan waktu mengurusi aib saudara kita,” ajaknya.

Menutup khutbahnya, Ustaz Farhan menegaskan bahwa menutupi aib sesama Muslim bukanlah bentuk pembenaran terhadap perbuatan dosa, melainkan wujud kasih sayang agar seseorang masih memiliki kesempatan untuk bertobat kepada Allah SWT.

“Menutupi aib saudara sesama Muslim bukan berarti membenarkan dosanya, tetapi merupakan bentuk kasih sayang agar seorang hamba masih memiliki ruang untuk bertobat,” pungkasnya.