Scroll untuk baca artikel
Berita

Bukan Hanya Mengecat, Satgas TMMD Perhatikan Detail Akhir Mushola Baitul Maghfurin

8
×

Bukan Hanya Mengecat, Satgas TMMD Perhatikan Detail Akhir Mushola Baitul Maghfurin

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG – Duta Berita Nusantara

Penyelesaian pembangunan Mushola Baitul Maghfurin terus dikebut Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang. Memasuki hari ke-25, perhatian personel tidak hanya tertuju pada bangunan utama, tetapi juga pada sejumlah bagian pendukung dan kebersihan lingkungan.

Pada Minggu (9/8/2026), personel Satgas melaksanakan pengecatan, pengecoran tutup got, pekerjaan finishing, serta pembersihan area sekitar mushola yang merupakan Sasaran 10 TMMD.

Pengerjaan melibatkan 10 personel TNI AD dan dua orang tukang. Mereka bekerja secara terkoordinasi untuk menyelesaikan bagian-bagian yang masih membutuhkan penyempurnaan.

Tahap akhir pembangunan menjadi perhatian karena menjadi penentu kesiapan fasilitas sebelum nantinya digunakan masyarakat. Kerapian bangunan dan kondisi lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari pekerjaan yang dilakukan Satgas.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menjelaskan bahwa kualitas tetap menjadi perhatian meskipun pekerjaan telah memasuki tahap finishing.

“Setiap pekerjaan kami lakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Pada tahap finishing ini, personel tetap memperhatikan kualitas dan kerapian agar hasil pembangunan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain menyelesaikan pekerjaan pada bangunan, personel juga membersihkan area sekitar mushola. Lingkungan yang lebih rapi diharapkan dapat mendukung kenyamanan masyarakat ketika fasilitas tersebut telah selesai dan mulai digunakan.

Seluruh kegiatan berjalan aman dan terkendali. Satgas terus melanjutkan penyelesaian berbagai sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.

Mushola Baitul Maghfurin diharapkan nantinya tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi fasilitas yang memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah sasaran.