Palembang | Duta Berita Nusantara
Dibeberapa titik kota Palembang, ada banyak menyimpan cerita kekayaan budaya dan keunikannya, salah satunya adalah Toko barang antik Dul Kafa Artshop yang berlokasi di jalan Segaran Lr Kebangkan Ruko No 7 Kelurahan 9 Ilir Kota Palembang.
Toko ini berdiri sejak tahun 2015, sebelumnya toko ini beralamat di 14 Ilir, sementara di Jalan Segaran ini, toko tersebut baru dibuka di tahun 2026.
Lukman, merupakan Pemilik dari Toko barang antik Dul Kafa Artshop ini, dan ketika dikunjungi oleh awak media Duta Berita Nusantara pada hari Sabtu 22 Agustus 2026, Lukman banyak bercerita mengenai barang antik yang dirinya koleksi sedari muda.
Dijelaskannya, bahwa barang antik yang ada di toko tersebut bervariasi, mulai dari piring, teko, cangkir kuno hingga Teaset .
” Yang dijual disini bermacam-macam, bisa lihat sendiri, ada camera jadul, ada cangkir, piring, kain batik, kain tanjung, kain blongsing, teko dan lain lain ” ujarnya sembari menyeruput kopi.
Dikatakannya, harga jual barang antik di tokonya juga bervariasi, tergantung dengan Nilai dari barang tersebut.
” Harga barang antik ditoko kami ini relatif murah, bahkan ada yang harganya cuma 5 ribu yakni piring kecil yang tidak tua, dan ada juga yang termahal hingga 1,5 juta yakni Teaset bergambar Nyonya Dansa ” katanya.
Toko Dul Kafa Artshop ini, juga menerima pembelian barang antik dari konsumen, jadi tidak hanya menjual saja.” . Untuk saat ini, barang yang kita beli berfokus pada kain-kain batik dan songket tua saja, selain itu kita sudah tidak terima barang jenis lainnya ” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh Lukman, Toko Barang Antik Dul Kafa Artshop miliknya tersebut, dibuka setiap hari dari pukul 09.00 wib hingga pukul 17.00 wib.
” Bagi yang berminat terutama Kolektor barang antik, silahkan berkunjung ke toko barang antik Dul Kafa Artshop, nanti bisa lihat sendiri jenis barang antik yang menjadi Koleksi kami, atau bagi yang ingin mendapatkan info tentang barang antik yang ada di toko kami, dapat pula menghubungi kami di telpon 0896 8718 2008 (Atia) ” ungkapnya.
(Yuliardi)













