Duta Berita Nusantara | Tabanan
Polsek Selemadeg bergerak cepat merespon informasi viral di media sosial terkait keluhan warga Banjar Dinas Bajera Jero, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, mengenai bau busuk dan lalat dari aktivitas pengolahan sampah. Pada Senin, 7 September 2026, Kapolsek Selemadeg KOMPOL I Made Subadi, S.H., didampingi jajaran Kepolisian, Kasi Trantib, Perbekel Desa Bajera I Putu Sukarata, S.T., Kelian Adat, serta Kepala Wilayah setempat, langsung turun tangan mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan dan mediasi komprehensif bersama warga terdampak maupun pihak pengelola dari Yayasan Aku Cinta Sampah (ACS).
Berdasarkan hasil investigasi lapangan, lokasi bank sampah tersebut menampung kiriman sampah organik dan non-organik dari DTW Tanah Lot sebanyak kurang lebih dua pick up per hari untuk difermentasi menjadi pupuk serta dikirim ke TPA Mandung. Kendati pihak pengelola telah berupaya mengoptimalkan proses pengolahan dengan mempekerjakan tujuh warga lokal, keberadaan fasilitas yang berada di tengah pemukiman padat ini menuai protes keras dari warga sekitar, salah satunya Made Kamiarta, yang mengeluhkan terganggunya aktivitas harian akibat aroma menyengat dan banyaknya lalat. Pemerintah Desa bersama unsur kewilayahan pun telah berkoordinasi dengan pemilik lahan, I Ketut Antok Sastrawan, untuk mempertimbangkan opsi relokasi tempat penampungan demi mengembalikan kenyamanan lingkungan warga.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, S.H., menegaskan bahwa, pihak Kepolisian berkomitmen mengawal situasi kamtibmas tetap kondusif melalui langkah problem solving yang humanis, kolaboratif, serta mengutamakan musyawarah mufakat antara pihak pengelola, Pemerintah Desa, dan Warga terdampak agar solusi terbaik terkait tuntutan relokasi dapat segera direalisasikan secara damai.













