Scroll untuk baca artikel
Bogor

KETIKA TULISAN MENJADI CAHAYA

5
×

KETIKA TULISAN MENJADI CAHAYA

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | BOGOR

KETIKA TULISAN MENJADI CAHAYA

Oleh: Nurul Jannah

Sembilan Belas Tahun yang Tidak Hanya Menghitung Usia

Milad ke-19 Indscript di Savoy Homann, 5 September 2026, bukan hanya perayaan bertambahnya usia sebuah komunitas.

Sembilan belas tahun adalah perjalanan panjang tentang gagasan yang dijaga, perempuan-perempuan yang bertumbuh, karya yang dilahirkan, jatuh-bangun yang dilewati, serta keberanian untuk terus bergerak ketika dunia berubah begitu cepat.

Sejak pagi, Savoy Homann sudah sibuk.

Satu demi satu sahabat berdatangan membawa cerita masing-masing.

Ada yang selama ini hanya saling mengenal melalui layar, hari itu akhirnya berpelukan.

Ada yang datang membawa buku.

Ada yang membawa karya.

Ada yang membawa pengalaman.

Ada pula yang datang membawa satu keberanian kecil, yaitu ingin memulai.

Dan bukankah hampir semua perjalanan besar memang bermula dari sana?

Dari keberanian mengambil langkah pertama.

Di ruangan itu, aku memandangi wajah-wajah yang hadir.

Ada kegembiraan. Ada kebanggaan. Ada kerinduan yang akhirnya terbayar.

Ada kamera yang sibuk mengabadikan peristiwa. Ada pula percakapan yang mungkin justru akan hidup lebih lama daripada acara di atas panggung.

Sesungguhnya, yang dirayakan hari itu bukan hanya perjalanan sebuah komunitas.

Yang sedang dirayakan adalah mereka yang tumbuh, berkarya, dan menemukan keberanian di dalamnya.

Sebab komunitas tidak menjadi besar hanya karena namanya.

Komunitas menjadi berarti ketika setiap perjumpaan melahirkan keberanian, daya, karya, dan kebermanfaatan.

Ketika Menulis Tidak Lagi Berhenti pada Buku

Tema From Writing to Inspiring membawa sebuah pertanyaan yang lebih jauh; Setelah tulisan selesai, lalu apa?

Apakah cukup buku diterbitkan?

Apakah cukup nama tercetak di sampul?

Apakah cukup karya dipajang, difoto, kemudian dibagikan di media sosial?

Tentu saja tidak.

Tulisan yang baik seharusnya mempunyai kaki.

Ia berjalan menemui pembacanya.

Ia mempunyai tangan.

Ia menyentuh kehidupan.

Ia mempunyai suara.

Ia membisikkan keberanian kepada hati yang hampir menyerah.

Dan pada akhirnya, ia harus mempunyai jejak.

Jejak itulah yang terasa hari itu di Savoy Homann.

Menulis bukan lagi semata-mata merangkai kata. Tulisan dapat membuka jalan menuju pendidikan, bisnis, pemberdayaan, kepedulian sosial dan lingkungan, bahkan mengubah cara kita memandang diri dan kehidupan.

Dari writing, lahirlah inspiring.

Dari gagasan, lahirlah gerakan.

Dari halaman, lahirlah kehidupan.

Ketika Roadmap Bertemu Kenyataan

Salah satu denyut menarik hari itu hadir ketika gagasan tidak hanya dibicarakan sebagai mimpi, tetapi diuji melalui eksekusi.

Dalam sesi  From Roadmap to Real Impact, gagasan dibawa turun dari kertas menuju kenyataan.

Ada rencana yang berjalan sesuai harapan.

Ada pula yang harus berubah ketika bertemu kondisi nyata.

Ada tantangan. Ada penyesuaian. Ada kolaborasi.

Dan ada keberanian menerima bahwa roadmap terbaik bukanlah yang paling indah di atas kertas, melainkan yang benar-benar dijalankan dan mampu menghadirkan dampak.

Sebab dunia tidak terlalu lama mengingat apa yang pernah kita rencanakan.

Dunia lebih lama mengingat apa yang sungguh-sungguh kita kerjakan.

Di situlah menulis menemukan tahap berikutnya.

Bukan lagi: “Apa yang ingin aku tulis?”

Melainkan: “Setelah aku menulisnya, perubahan apa yang ingin kutinggalkan?”

Buku yang Turun dari Rak

Hari itu menjadi sangat personal bagiku.

Di tengah Milad ke-19 Indscript, hadir pula perjalanan kecil yang selama ini aku rawat: 99 Cara Mencintai Bumi.

Bagiku, buku itu tidak boleh berhenti menjadi kumpulan halaman.

Aku ingin ia turun dari rak dan hidup dalam keseharian.

Masuk ke rumah

Menemui keluarga.

Lalu perlahan mengubah kebiasaan.

Menghemat air dan energi.

Mengurangi plastik.

Tidak menyisakan makanan.

Tidak membakar sampah.

Menanam dan merawat pohon.

Mengajarkan anak-anak mencintai bumi melalui teladan.

Sebab perubahan lingkungan tidak selalu dimulai dari konferensi besar.

Kadang ia dimulai dari satu rumah, satu keluarga, satu kebiasaan kecil, dan satu pribadi yang berani berkata:

Aku akan mulai dari diriku.”

Itulah From Writing to Inspiring yang aku pahami.

Buku boleh selesai pada halaman terakhir. Namun pesannya seharusnya justru mulai bekerja setelah buku ditutup.

*******

NJD dan Bahagia yang Dipertemukan

Milad itu juga mempertemukan kembali sahabat-sahabat NJD.

Kami belajar. Bercerita. Tertawa. Berfoto.

Lalu mencuri sedikit waktu untuk menikmati Bandung: menyusuri Braga, singgah di Monumen Bandung Lautan Api, hingga “nyantri” dan belajar membatik di Sanggar Canting.

Kelihatannya sederhana.

Namun semakin bertambah usia, aku semakin memahami bahwa pertemuan adalah kemewahan yang tidak boleh dianggap biasa.

Kita sering berkata:

Nanti kita bertemu.”

“Nanti kita ngobrol.”

“Nanti kita berkarya bersama.”

Padahal “nanti” tidak pernah memberikan tanggal pasti.

Maka hari itu kami memilih hadir.

Bukan hanya hadir di sebuah acara, tetapi benar-benar hadir untuk satu sama lain.

Dan, itulah salah satu kekuatan terbesar sebuah komunitas.

Ia tidak hanya mempertemukan ide. Ia mempertemukan hati.

Setelah Lampu Panggung Padam

Pada akhirnya, sebuah Milad pasti selesai.

Kursi kembali kosong

Mikrofon dimatikan.

Dekorasi dibongkar.

Para peserta pulangSavoy Homann kembali pada kesehariannya.

Foto-foto memenuhi galeri telepon dan media sosial.

Namun justru setelah panggung kembali sunyi, pertanyaan terpenting mulai berbicara:

Apa yang berubah dalam diri kita setelah pulang?

Apakah kita menjadi lebih berani menulis?

Lebih berani berkarya?

Lebih berani berkolaborasi?

Lebih berani mengubah gagasan menjadi tindakan?

Lebih berani menjadikan hidup kita bermanfaat bagi sesama?

Jika jawabannya iya, maka Milad ke-19 Indscript tidak selesai pada 5 September 2026.

Ia justru baru dimulai.

Sebab sembilan belas tahun bukan hanya tentang berapa lama Indscript telah berjalan.

Sembilan belas tahun adalah tentang begitu banyak pribadi yang tumbuh bersama di sepanjang perjalanan Indscript.

Dan, itulah warisan terbaik sebuah komunitas: mereka yang datang membawa cerita, lalu pulang membawa keberanian untuk menjadikan hidup lebih berarti.

*******

From Writing to Inspiring.

Tiga kata yang terdengar sederhana.

Namun hari itu, Savoy Homann mengajarkanku bahwa menulis bukan hanya tentang meninggalkan kata.

Menulis adalah tentang meninggalkan jejak.

Tulisan yang hebat bukan hanya tulisan yang membuat pembacanya berkata, “Indah sekali.”

Tulisan yang hebat adalah tulisan yang membuat pembacanya berhenti, berpikir, lalu berani bergerak dan menghidupkan kembali gagasan, melahirkan karya, atau memulai perubahan.

Sebab kata-kata dapat selesai dibaca.

Buku dapat ditutup.

Panggung dapat kembali gelap.

Tetapi inspirasi yang benar-benar menyentuh hati akan menemukan jalannya sendiri untuk terus hidup.

Selamat Milad ke-19, Indscript.

Teruslah menulis.

Teruslah menginspirasi.

Teruslah menjadi ruang bagi perjumpaan yang baik, menumbuhkan karya, menguatkan langkah, dan melahirkan kebermanfaatan.

Dan setelah sembilan belas tahun perjalanan ini, barangkali pertanyaannya bukan lagi: “Sudah berapa banyak yang kita tulis?”

Melainkan: “Sudah berapa banyak kehidupan yang menjadi lebih berarti karena apa yang kita tulis?”

Sebab ketika sebuah tulisan mampu membuat satu hati tergerak menuju kebaikan, saat itulah kata-kata berhenti menjadi tulisan, dan mulai menjadi cahaya

Bogor, 9 September 2026