Scroll untuk baca artikel
Papua Tengah

Memahami Papua: Koops TNI Habema Menyalakan Kembali Asa di Lembah Ugimba

6
×

Memahami Papua: Koops TNI Habema Menyalakan Kembali Asa di Lembah Ugimba

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Intan Jaya

Papua selalu menghadirkan wajah alam yang luar biasa. Pegunungan yang menjulang, lembah yang terbentang luas, serta hutan yang masih terjaga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang telah lama menghuni tanah ini. Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat kisah panjang tentang perjuangan menghadirkan pelayanan, keamanan, dan pembangunan bagi masyarakat yang berada jauh di wilayah pedalaman.

Perjalanan menuju Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, bukanlah perjalanan yang mudah. Dari Timika, langkah berlanjut menuju Bilorai di Distrik Sugapa, hingga akhirnya menembus lembah, medan berat dan cuaca ekstrim Distrik Ugimba yang selama 15 Tahun mengalami keterbatasan akses dan pelayanan pemerintahan, yang hingga saat ini hanya dapat di tempuh melalui jalur udara, dan sementara melalui jalur darat harus ditempuh sejauh 70 Km menuju Distrik terdekat dari wilayah Ugimba, (Kamis, 18/9/26).

Sebuah langkah penting kembali tercatat. Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T. bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini tiba di Ugimba. Kedatangan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat setempat yang selama ini menantikan kehadiran langsung pemerintah di tengah kehidupan yang terisolir dari dunia luar.

Kehadiran rombongan Pangkoops TNI Habema bersama Bupati Intan Jaya disambut hangat oleh Kepala Distrik Ugimba Penias Kogoya bersama warganya. Bagi masyarakat Ugimba, pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan, melainkan kesempatan untuk menyampaikan harapan, mendengar langsung komitmen pemerintah, serta membuka kembali ruang komunikasi yang sempat terputus.

Pada kesempatan tersebut TNI dan Pemerintah membuka ruang diskusi, dan aspirasi bagi masyarakat yang selama ini tersiolir, dikarenakan wilayah nya yang sulit dijangkau, medan dan cuaca yang ekstrim, hingga ancaman keamanan oleh kelompok bersenjata OPM.

Bupati Intan Jaya Aner Maisini menyampaikan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan tanpa adanya rasa aman dan kepercayaan dari masyarakat. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta generasi muda berkomitmen untuk membangun kembali hubungan yang kuat dengan masyarakat melalui pendekatan pelayanan dan kebersamaan.

Menurutnya, kehadiran negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kehidupan masyarakat, pendidikan anak-anak, serta terbukanya akses terhadap kebutuhan dasar.

Suasana haru terlihat ketika para pemimpin dan masyarakat duduk bersama dalam sebuah dialog terbuka. Tidak ada jarak antara pemangku kepentingan dan warga. Para tetua adat, kepala Distrik, tokoh agama, pemuda, mama-mama, hingga anak-anak turut menyampaikan cerita dan harapan mereka tentang masa depan Ugimba.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Riyanto mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan membangun kembali kehidupan yang lebih baik. Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh pihak yang masih berada di gunung, dan hutan agar dapat kembali bersama untuk membangun kampung halaman.

Ugimba menyimpan perjalanan panjang. Wilayah yang pernah mengalami masa sulit akibat konflik dan keterisolasian, kini perlahan berupaya membuka lembaran baru. Salah seorang warga, Tius, menceritakan bahwa sebelumnya Distrik Ugimba tidak pernah tersentuh oleh unsur pemerintah, dan merupakan basis markas OPM pimpinan Sabinus Waker.

Lebih lanjut penyampaian dari Sabinus Waker melalui warga ugimba bahwa kami membutuhkan perhatian pemerintah dengan

bantuan beras, sembako, bantuan desa, karena kita membutuhkan pembangunan,dan kita juga bagian dari pemerintahan, serta yang terakhir kami mengucap syukur Bupati dan TNI dapat hadir di sini.

Selama ini masyarakat selalu menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan, terutama dalam memperoleh akses pembangunan dan pelayanan publik, namun, hari ini, harapan mulai tumbuh kembali.

Sambutan masyarakat terlihat melalui pemberian hasil bumi berupa sayur dan ubi kepada para rombongan yang datang.

Bagi masyarakat, pemberian tersebut bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol persaudaraan, penghormatan, dan keinginan untuk membangun hubungan yang lebih baik.

Di tengah keterbatasan, semangat anak-anak Ugimba menjadi gambaran tentang masa depan yang ingin mereka raih. Dengan penuh antusias, mereka menyampaikan impian untuk kembali bersekolah, dan mengejar cita-citanya, ada yang bercita-cita menjadi prajurit penjaga bangsa, ada pula yang ingin menjadi pelayan masyarakat melalui jalan pendidikan dan keagamaan.

Semangat perubahan juga terlihat dari kerja bersama membangun fasilitas yang mendukung kehidupan warga. Para prajurit dan masyarakat bergotong royong mengangkat material pembangunan jembatan, memperlihatkan bahwa kemajuan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari kebersamaan.

Salah satu simbol penting perubahan di Ugimba adalah berdirinya Jembatan Merah Putih. Bagi masyarakat setempat, jembatan tersebut bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, serta mempererat hubungan antarwarga.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan sembako serta kebutuhan pokok kepada masyarakat. Kehadiran pemerintah dan aparat keamanan diharapkan menjadi bagian dari proses panjang dalam memperkuat pelayanan publik serta membangun kepercayaan masyarakat.

Di tengah dinginnya udara pegunungan Ugimba, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan memahami Papua bukan hanya tentang menaklukkan medan yang sulit, tetapi tentang kesediaan untuk hadir, mendengar, dan berjalan bersama masyarakat.

Dari lembah Ugimba, harapan itu kembali menyala. Sebuah perjalanan panjang menuju Papua yang lebih damai, maju, dan sejahtera.

(Sumber: Koops TNI Habema)