Palembang | Duta Berita Nusantara
Kabut Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Palembang Sumatera Selatan semakin tebal pada hari Minggu 4 Oktober 2026.
Dari Pantauan Awak Media Duta Berita Nusantara di Kawasan Jalan R Soekamto dan sekitarnya, menunjukkan Asap masih terlihat menggantung di Udara.
Kondisi seperti ini membuat Aktivitas warga diluar ruangan terganggu, pengendara yang melintas juga harus meningkatkan kewaspadaan, karena jarak pandang yang menurun, terutama ketika konsentrasi asap semakin pekat.
Disisi lain, banyak warga kota Palembang khususnya, yang mengeluhkan sesak napas, mata perih dan tenggorokan sakit
Dari data terbaru yang diterima awak media ini, menunjukkan Kondisi terkini udara di Palembang tingkat polusi telah mencapai Konsentrasi Partikulat PM2.5 di sejumlah titik pantau seperti di daerah Musi 2 dan juga di wilayah Demang Lebar Daun, dengan angka Ekstrem diatas 500 hingga menembus level 1.010 pada waktu tertentu, dan jauh melampaui ambang batas aman.
Dari Informasi Dinas Kesehatan Kota Palembang diketahui hingga kini tercatat 125.721 Kasus ISPA sepanjang 2026, dan bulan September merupakan bulan dengan kasus terbanyak penderita ISPA yakni 12.589 kasus.
Warga Kota Palembang Khususnya, berharap Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan, segera mencarikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini.
” Kami berharap pak Ratu Dewa Walikota Palembang dan terutama Pak Herman Deru selaku Gubernur Sumatera Selatan, untuk secepatnya membantu mencarikan solusi dari permasalahan Kabut Asap ini, dan bergerak cepat ” ujar Suryadi Toha seorang pedagang sayur di Pasar Sekip Ujung.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Hendrawan seorang Driver Ojek Online, menurutnya dampak kabut asap ini benar benar sangat mengganggu.
” Kabut asap ini sangat berdampak bagi kami, terutama driver ojek online, kalau tidak waspada bisa terjadi kecelakaan, karena jarak pandang yang menurun ” ucapnya.
(Yuliardi)













