Duta Berita Nusantara | Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng jenama kuliner Amanda Brownies meluncurkan program inovatif “Belanja Sambil Sedekah” di Jakarta Timur, Jumat (6/3/2026).
Inisiatif yang digelar untuk menyemarakkan Ramadan ini merumuskan cara baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkontribusi mendanai dakwah Al-Qur’an secara otomatis melalui setiap transaksi pembelanjaan mereka.
Pimpinan Baznas RI, Arifin Purwakananta, menjelaskan bahwa “Belanja Sambil Sedekah” dirancang khusus untuk menyatukan aktivitas komersial harian dengan nilai-nilai filantropi Islam. Menurutnya, skema ini sangat relevan untuk jangka panjang karena mengintegrasikan kebiasaan konsumsi masyarakat menjadi rutinitas amal yang berdampak besar tanpa membebani pelanggan.
“Generasi muda kini bisa memuaskan gaya hidup mereka sekaligus melakukan investasi sosial. Tidak perlu mengubah kebiasaan secara drastis, berbelanja produk favorit kini otomatis menjadi sarana menabung pahala bagi umat,” jelas Arifin.
Langkah inovatif berbasis sektor korporasi ini mendapat dukungan dan apresiasi strategis dari Kementerian Agama (Kemenag) selaku regulator. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghofur, yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dan sektor entitas bisnis memiliki daya ungkit perekonomian yang sangat masif bagi pengentasan kemiskinan.
“Dari kacamata kebijakan, pelibatan sektor usaha ini adalah kunci utama. Data kami di tahun 2024 mencatat bahwa partisipasi ‘Muzaki Badan’ atau entitas perusahaan melonjak sangat drastis hingga 62,73 persen.
Angka ini melesat jauh meninggalkan pertumbuhan muzaki perorangan yang hanya 2,07 persen. Artinya, potensi kolaborasi partisipasi zakat dan perusahaan seperti yang diinisiasi Amanda Brownies ini adalah mesin penggerak baru bagi ekosistem zakat, infak dan sedekah nasional,” urai Waryono.
Waryono juga menekankan bahwa Kemenag tidak hanya berfokus pada angka pengumpulan, melainkan pada tata kelola dan transformasi penyalurannya. Pengelolaan dana yang masif ini diawasi ketat melalui Audit Syariah dan Keuangan rutin, serta adanya penguatan dampak zakat untuk usaha produktif melalui PMA 16 Tahun 2025.
“Kementerian Agama hadir untuk memastikan bahwa potensi raksasa ini tidak lagi sekadar menjadi bantuan karitatif yang habis pakai, tetapi harus transformatif dan berdampak. Dana dari kolaborasi pendayagunaan zakat, infak dan sedekah akan disinergikan dengan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar presisi,” tegas Waryono.
“Kami mengajak generasi muda untuk mengubah paradigma. Belanja jangan hanya sekadar memuaskan hasrat pribadi sesaat, tapi pilihlah pola konsumsi yang berkelanjutan dan memiliki dampak hingga ke akhirat. Program seperti ini memfasilitasi gaya hidup tersebut,” sambungnya.
Waryono berharap, jejak kesuksesan entitas bisnis yang peduli umat ini dapat menular kepada masyarakat di akar rumput. “Kita berharap perjalanan bisnis Amanda Brownies ini bisa menjadi contoh dan inspirasi nyata bagi para mustahik yang saat ini sedang merintis usaha mikro. Dengan dukungan ekosistem zakat yang produktif, semoga usaha mereka bisa terus bertumbuh sehingga kelak mereka bisa ‘naik kelas’ dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki),” pungkasnya.
Peluncuran inisiatif pemasaran berbasis tujuan sosial (cause-related marketing) ini diharapkan menjadi cetak biru bagi entitas bisnis lainnya. Sinergi antara Kemenag sebagai regulator, Baznas sebagai operator, dan korporasi terbukti mampu menciptakan ekosistem berbagi yang modern, transparan, dan berdampak nyata bagi kemandirian umat di Indonesia.
#Kementerian Agama RI https://kemenag.go.id/layanan
Sumber :
Kementerian Agama RI














