Oleh : Anto Narasoma
DALAM PERTAPAAN HATI
kupasrahkan segenap keinginan
lalu kulabuhkan segerap jiwa ke malam penuh bulan
*mataku pun lebur ke ruang sunyi bukit ini
aku duduk merenungi asal muasal jiwaku
dari ada sebelum ada dari gelap dan sunyi malam di kedalaman hati yang teramat jauh
aku mencari-cari diri sendiri ke dalam diriku ke dalam kalbu yang selalu kekeringan atas ayat ayat sebagai jalan pintas untuk menemui-Mu
biarlah. biarlah bulan itu mencatat segala daya dalam sinarnya yang sejuk menerangi malam
karena jiwaku telah bersetubuh menjauhi kedengkian itu
telah kucairkan segala harapan dalam kesunyian malam
karena antara zat dan unsur rasa sebagai jasad, selalu menimba najis dan kebencian nyata
karena itu,
kupasrahkan diri ini sebagai larutan dosa kepada-Mu, agar kembali bening dan tawar seperti linangan air bersih
biarlah aku sendiri yang lebur ke dalam sujud
atau,
mencari diri sendiri
ke dalam malam-Mu yang kelam dan sunyi
sebab malam dan diriku adalah hamba sebagai larutan zat dari ada sebelum ada.














