Scroll untuk baca artikel
Berita

Dampak Kabut Asap Dan Kaitannya Dengan Pembelajaran Daring di Kota Palembang

9
×

Dampak Kabut Asap Dan Kaitannya Dengan Pembelajaran Daring di Kota Palembang

Sebarkan artikel ini

Palembang | Duta Berita Nusantara

Kualitas Udara di Kota Palembang pada hari Senin 12 Oktober 2026 pagi, berada pada kategori berbahaya dengan Indeks kualitas udara (AQI) mencapai kisaran 485 hingga diatas 500, hal ini merupakan dampak dari Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sementara itu Pemerintah Kota Palembang melalui Instansi terkait, terus memantau fluktuasi kabut asap kiriman dari daerah sekitar.

Terkait dengan dampak kabut asap tersebut, Walikota Palembang melalui surat edaran Walikota No 33 tahun 2026 dan evaluasi serta penyesuaian jadwal belajar siswa, akhirnya memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring, dengan terus mengikuti kondisi ISPU harian.

Dari pantauan Awak Media Duta Berita Nusantara, Kebijakan Pemkot Palembang tentang PJJ tersebut, telah dilaksanakan oleh seluruh sekolah mulai dari Taman Kanak Kanak hingga Perguruan Tinggi.

Pembelajaran tidak berhenti ketika ruang kelas tidak digunakan secara langsung, para Guru tetap mengoptimalkan tehnologi digital agar Interaksi pembelajaran bersama para siswa dapat terus berjalan.

Langkah ini sekaligus menunjukkan kesiapan sekolah dalam beradaptasi dengan perkembangan tekhnologi Pendidikan, dan hal ini tentu juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran yang fleksibel dan relevan, sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

Salah seorang Guru di MAN 3 Kota Palembang Inaini S.Pd mengatakan, bahwa perubahan pola pembelajaran dampak dari kabut asap ini, tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas layanan pendidikan.

” Pembelajaran Jarak jauh bukan berarti mengurangi Kualitas pembelajaran, justru kondisi ini menjadi ruang bagi guru dan murid untuk semakin adaptif dalam memanfaatkan tekhnologi ” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Yusuf S.Pd Guru Sekolah Swasta di wilayah Kalidoni, dia mengatakan, Pembelajaran daring tidak akan mengurangi kualitas belajar siswa.

” Yang terpenting adalah proses pembelajaran tetap harus terarah, interaksi antara Guru dan siswa tetap terjaga, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai ” katanya.

Dia juga mengatakan, transformasi digital dalam pendidikan, perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses membangun Kemandirian.

” Dalam hal ini, siswa dituntut untuk Mandiri dan beradaptasi, sementara Guru dituntut untuk terus berinovasi dalam mengemas pembelajaran ” ucapnya.

Penerapan PJJ di Kota Palembang, juga memperlihatkan bahwa Digitalisasi Pendidikan, bukan hanya sekedar penggunaan perangkat dan aplikasi, tapi bagaimana tehnologi itu dapat dimanfaatkan untuk menjaga mutu Pembelajaran.

(Yuliardi)