BeritaLangkatTNI AD

Di Dapur Muliana, Prajurit TMMD Menjadi Bagian Keluarga

4
×

Di Dapur Muliana, Prajurit TMMD Menjadi Bagian Keluarga

Sebarkan artikel ini

LANGKAT| Duta Berita Nusantara

Aroma bawang yang baru dikupas memenuhi dapur rumah Muliana S (46), warga Dusun IV Parit 5, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat. Di ruang sempit bercat hijau itu, dua prajurit berseragam loreng tampak duduk dan berdiri di sisi meja, membantu menyiapkan bahan masakan.

Pemandangan itu menjadi keseharian baru sejak program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0203/Langkat berlangsung di desa tersebut.Sejak dimulai pada 22 April 2026, sebanyak 150 personel gabungan TNI tiga matra, Polri, serta unsur pemerintah daerah tinggal di rumah warga sebagai keluarga asuh. Mereka dijadwalkan bertugas hingga 21 Mei 2026.

Di rumah Muliana, kedekatan itu terbangun dari aktivitas sederhana. Seusai bekerja di lokasi pembangunan, para prajurit tidak langsung beristirahat. Mereka masuk ke dapur, membantu mengupas bawang, menyiapkan bahan makanan, hingga merapikan peralatan.

“Sudah seperti anak sendiri. Mereka tidak canggung membantu,” kata Muliana.

Program TMMD memang menargetkan pembangunan 20 sasaran fisik di Desa Pasar Rawa. Namun, kehidupan bersama warga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pelaksanaannya.

Di dapur itu, percakapan mengalir tanpa jarak. Seragam loreng tidak lagi menjadi batas, melainkan menyatu dalam aktivitas rumah tangga.Kehadiran para prajurit mengubah suasana rumah. Dari yang semula berjalan biasa, kini menjadi lebih hidup dengan interaksi yang intens setiap hari.

Bagi Muliana, pengalaman menjadi keluarga asuh bukan sekadar soal tambahan penghasilan. Ia merasakan kehadiran “anggota keluarga baru” yang ikut berbagi pekerjaan dan cerita.

Program yang masih berlangsung itu menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya terjadi di lokasi proyek, tetapi juga di ruang-ruang sederhana seperti dapur rumah warga—tempat kedekatan tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama.(red)