BeritaCerita BersambungCERPENSerial cerita viral DBN

Episode 3 “Lampu yang Tak Pernah Padam”

16
×

Episode 3 “Lampu yang Tak Pernah Padam”

Sebarkan artikel ini

Duta Berita Nusantara | Palembang

Episode 3

“Lampu yang Tak Pernah Padam”

Oleh : Ki Bagus A.H

Angin malam masih berhembus pelan di Kampung Minikow.

Mang Abi dan Mang Lem masih berdiri di depan bangunan tua itu. Lampu di jendela tadi sudah padam, tetapi perasaan diawasi belum juga hilang.

Mang Lem meneguk sisa kopi dari gelas kalengnya.

“Bi… kalau bangunan ini kosong… kenapa tiap malam lampunya bisa nyala?”

Mang Abi menghela napas.

“Kadang Lem… yang kosong itu bukan bangunannya…”

Mang Lem mengernyit.

“Lalu apa?”

Mang Abi menjawab pendek.

“Isi kepalanya.”

Mang Lem terdiam.

Belum sempat ia bertanya lagi…

” Kriiieeettt…nggooookkkkk…bleeekkk”

Pintu bangunan tua itu tiba-tiba terbuka pelan.

Mang Lem langsung menyorotkan senter.

Di dalam terlihat ruangan tua berdebu. Kursi kayu berserakan. Meja besar di tengah ruangan tampak penuh kertas yang sudah menguning.

Mang Abi melangkah mendekat sedikit.

“Ini dulu kantor apa ya Bi?” tanya Mang Lem.

Mang Abi menatap papan nama tua yang hampir jatuh di dinding.

Tulisan di papan itu sudah pudar.

Namun masih bisa terbaca sedikit.

“Kantor Pengelola Kesejahteraan Rakyat Minikow”

Mang Lem terdiam sebentar.

Lalu tertawa kecil.

“Pantesan kosong.”

Mang Abi menatapnya.

“Kenapa?”

Mang Lem menjawab santai.

“Biasanya yang namanya kesejahteraan rakyat… cuma ramai di papan nama.”

Mang Abi tersenyum tipis.

Angin malam meniup beberapa lembar kertas dari meja.

Salah satu kertas jatuh tepat di kaki Mang Lem.

Mang Lem memungutnya.

Di kertas itu ada tulisan besar.

“Rencana Bantuan Pembangunan Kampung Minikow.”

Mang Lem membaca cepat.

Lalu mengernyit.

“Bi… ini aneh.”

“Apa?”

“Di sini ditulis anggaran miliaran… tapi tanda centangnya cuma ada di bagian ‘rapat’, ‘perjalanan dinas’, sama ‘biaya konsumsi’.”

Mang Abi tertawa kecil.

Berarti kampungnya belum tentu dibangun…”

Mang Lem menyambung kalimatnya.

…tapi rapatnya pasti sudah kenyang.”

Tiba-tiba…

Tok…

Suara sesuatu jatuh dari dalam ruangan.

Mang Lem menyorotkan senter lagi.

Di sudut ruangan terlihat lemari besi tua setengah terbuka.

Mang Abi berjalan mendekat.

Di dalam lemari itu hanya ada map-map lama.

Namun satu map terlihat berbeda.

Di depannya tertulis dengan tinta merah:

“RAHASIA – JANGAN DIBUKA.”

Mang Lem langsung berbisik.

“Bi… biasanya kalau ada tulisan begitu…”

Mang Abi menyahut.

“…justru itu yang paling menarik.”

Mang Abi membuka map itu perlahan.

Di dalamnya hanya ada satu lembar foto lama.

Foto beberapa orang berdiri di depan bangunan yang sama.

Bangunan tua Kampung Minikow.

Namun yang membuat Mang Abi dan Mang Lem saling pandang adalah…

beberapa wajah di foto itu…

terlihat sangat mirip dengan pejabat yang sekarang sering muncul di berita.

Mang Lem menelan ludah.

“Bi… jangan-jangan…”

Mang Abi menutup map itu pelan.

“Kadang Lem…”

“bangunan tua itu bukan menyimpan hantu.”

Mang Lem bertanya pelan.

“Lalu apa?”

Mang Abi menatap jendela yang tadi menyala.

“Rahasia.”

Tiba-tiba…

Lampu di jendela lantai dua menyala lagi.

Padahal mereka berdua sedang berada di lantai bawah.

Mang Lem langsung menoleh cepat.

“Bi… kita kan di sini…”

Mang Abi mengangguk pelan.

“Iya.”

Mang Lem menelan ludah.

“Lalu… yang nyalain lampu di atas… siapa?”

Belum sempat Mang Abi menjawab…

Dari lantai dua terdengar suara kursi digeser.

Greeeek…

Mang Lem langsung menggenggam senter erat.

“Bi…”

“Iya?”

“Sepertinya…”

Mang Lem menyorotkan senter ke arah tangga tua.

“…bangunan ini belum benar-benar kosong.”

Mang Abi menatap tangga yang gelap itu lama.

Lalu berkata pelan.

“Dan mungkin…”

“…rahasianya juga belum selesai.”

Angin malam kembali bertiup.

Lampu di lantai dua masih menyala.

Sementara dari atas…

terdengar langkah kaki pelan.

Tok… tok… tok…

Seolah…

ada seseorang yang sedang berjalan turun.

Bersambung…

Penasaran dengan rahasia bangunan tua Kampung Minikow?

Ikuti kelanjutan kisah Mang Abi dan Mang Lem pada episode berikutnya hanya di dutaberitanusantara.com

Masih banyak rahasia yang belum terungkap dari bangunan tua itu…

Penasaran yaakkk…Lanjut Episode ke 4 Besok ya

Catatan Penulis

Cerita ini merupakan karya fiksi dan satire sosial. Apabila terdapat kemiripan nama, tempat, tokoh, maupun peristiwa, hal tersebut hanyalah kebetulan semata dan tidak dimaksudkan untuk merujuk pada pihak mana pun.