PALEMBANG | Duta Berita Nusantara
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan warga RT 43 RW 09, Kelurahan Tiga Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, melalui kegiatan gotong royong rutin setiap Minggu pagi.
Kali ini, warga melakukan pembersihan sekaligus pengangkatan sedimen yang mengendap di Sungai Belabak, salah satu sungai yang disebut memiliki nilai sejarah di Kota Palembang,Minggu (11/10).
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiatif dan swadaya warga setempat tanpa mengandalkan pendanaan dari pihak luar. Antusiasme masyarakat pun terus meningkat, terlihat dari semakin banyaknya warga yang ikut terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan tersebut.
Ketua RT 43, Riza, mengatakan bahwa gotong royong telah menjadi kegiatan rutin yang diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan.
“Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar. Kami bersyukur antusiasme masyarakat terus meningkat. Semoga kegiatan ini dapat terus berjalan dan menjadi kebiasaan positif bagi seluruh warga,” ujar Riza.
Menurutnya, keterlibatan warga yang semakin bertambah menjadi bukti tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan kewajiban bersama.
“Harapan kami, kegiatan gotong royong ini tetap konsisten dilaksanakan setiap Minggu agar lingkungan, khususnya wilayah RT 43, tetap bersih dan nyaman. Kami juga berharap kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi RT lainnya di Kota Palembang,” demikian harapan yang disampaikan Riza.
Bersihkan Sungai, Rawat Warisan Sejarah

Selain menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan kali ini memiliki makna tersendiri karena menyasar Sungai Belabak. Warga melakukan pembersihan serta pengangkatan sedimen yang mengendap di aliran sungai.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Riza dengan merujuk keterangan dari sejarawan Kota Palembang, Sungai Belabak disebut sebagai salah satu sungai bersejarah yang telah ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam.
Nilai historis tersebut menjadi pengingat bahwa sungai bukan sekadar jalur aliran air, tetapi juga dapat menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan perkembangan kehidupan masyarakat Palembang.
Karena itu, upaya membersihkan sungai diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keberadaan sungai yang memiliki nilai sejarah bagi daerahnya.
Swadaya Warga, Contoh Nyata Kepedulian Lingkungan

Gotong royong yang dilakukan warga RT 43 RW 09 Kelurahan Tiga Ilir memperlihatkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat masyarakat.
Dengan mengandalkan semangat kebersamaan dan swadaya, warga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Konsistensi menjadi kunci agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat. Selain pembersihan rutin, pengelolaan sampah yang baik dan pemantauan kondisi sungai juga penting untuk menjaga kebersihan dalam jangka panjang.
Warga berharap semangat yang tumbuh di lingkungan RT 43 dapat menular ke wilayah lain, sehingga budaya gotong royong semakin kuat dan kepedulian terhadap sungai serta lingkungan hidup menjadi gerakan bersama di Kota Palembang.
Gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, melainkan membangun kesadaran bahwa kebersihan, kesehatan, dan kelestarian sejarah merupakan tanggung jawab bersama.
Duta Berita Nusantara (DBN)












